Kompas.com - 23/12/2013, 14:20 WIB
EditorEgidius Patnistik
BEIJING, KOMPAS.com — Mantan bintang basket NBA, Dennis Rodman, telah kembali dari Korea Utara (Korut), Senin (23/12/2013). Dia mengatakan, dirinya tidak bertemu Kim Jong Un pada kunjungannya yang ketiga ke negara komunis itu, tetapi tidak merasa terganggu karena tidak bertemu.

Rodman yang tubuhnya penuh dengan tato telah mengembangkan hubungan yang unik dengan Kim sejak melakukan perjalanan pertama pada Maret lalu. Ketika itu, Rodman menyatakan bahwa pemimpin Korut itu merupakan "seorang teman seumur hidup", dan akan menyelenggarakan pertandingan basket ekshibisi pada 8 Januari mendatang untuk menandai ulang tahun Kim.

Ketika ditanya, sesaat setelah mendarat di Beijing, bagaimana perasaannya karena tidak bertatap muka dengan Kim, Rodman mengatakan, "Saya tidak khawatir tentang hal itu." Dia menambahkan, "Saya akan bertemu dengannya lagi."

"Dia mengagumkan," kata Rodman ketika ditanya tentang Kim saat dia diantar keluar dari bandara oleh petugas keamanan. "Kami akan bermain dalam dua minggu," tambahnya, mengacu pada pertandingan antara Korea Utara dan tim para mantan pemain NBA.

Saat dia terbang ke Pyongyang dari Beijing pada pekan lalu, Rodman mengatakan, dirinya akan melakukan "pembahasan yang menarik" dengan Kim untuk membantu dunia, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Kim, yang bersekolah di Swiss, dilaporkan menjadi penggemar olahraga basket, terutama klub Chicago Bulls, di mana Rodman dulu memainkan peran kunci ketika memenangi tiga gelar NBA bersama Michael Jordan pada tahun 1990-an.

Ada kecemasan yang berkembang terkait stabilitas rezim itu setelah pelaksanaan eksekusi terhadap Jang Song Thaek, seorang pejabat tingkat tinggi yang merupakan paman dan mantan mentor politik Kim Jong Un pada awal bulan ini. Namun, Rodman sebelumnya telah menjauhkan diri dari isu politik. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya di Korea Utara untuk melatih tim basket di negara itu, kata sejumlah laporan.

Pyongyang sedang menahan seorang warga negara AS, Kenneth Bae, yang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara terkait tuduhan upaya penggulingan rezim Korea Utara. Namun, para pejabat AS mengatakan, mereka tidak pernah berhubungan dengan Rodman terkait kunjungannya dan dia tidak mewakili Pemerintah AS.

Para pejabat AS juga menegaskan kembali peringatan resmi pemerintah kepada warga negaranya untuk tidak melakukan perjalanan ke Korea Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.