Kompas.com - 22/12/2013, 12:57 WIB
EditorErvan Hardoko

HAVANA, KOMPAS.com - Presiden Kuba Raul Castro, Sabtu (21/12/2013) mengatakan "hubungan yang lebih berbudaya" dapat dilakukan dengan Amerika Serikat, jika kedua negara menghormati perbedaan di antara mereka.

Presiden Castro mengatakan AS harus menghentikan permintaan perubahan rezim di negara komunis tersebut. Dengan hal itu, upaya untuk meningkatkan hubungan dapat dilakukan kedua negara, kata dia.

Komentar Catro tersebut setelah menjabat tanggan Presiden AS Barack Obama pada upacara penghormatan untuk Nelson Mandela di Afrika Selatan pertengahan Desember lalu.

Dalam sebuah pidato dihadapan publik yang jarang dilakukannya, Castro mengatakan pejabat Kuba dan Amerika telah melakukan pertemuan beberapa kali sejak tahun lalu untuk membicarakan masalah kedua negara, seperti imigrasi dan menghidupkan kembali layanan pos.

Langkah tersebut menunjukan hubungan kedua negara dapat dilakukan secara berbudaya, jelas Castro.

"Jika kita ingin meningkatkan hubungan bilateral, kita harus belajar untuk menghormati perbedaan masing-masing dan hidup damai dengan mereka. Jika tidak, kami siap untuk menjalani masa seperti 55 tahun terakhir ini," Castro memperingatkan.

Reformasi ekonomi

AS menghentikan hubungan dengan Kuba pada 1961 setelah revolusi dan memberlakukan embargo ekonomi dengan negara tersebut.

"Kami tidak meminta AS untuk mengubah sistem politik dan sosial, kami juga tidak setuju perubahan terhadap kami," kata Castro kepada anggota legislatif dalam penutupan sidang parlemen di ibu kota Havana.

Hubungan kedua negara tetangga tersebut menunjukkan peningkatan, mesti masih banyak hambatan untuk melakukan rekonsiliasi, seperti dilaporkan wartawan BBC di Havana Sarah Rainsford.

Raul Castro (82) menggantikan kakaknya, Fidel, pada 2006 lalu. Fidel mengalami masalah kesehatan jantung dan tidak dapat kembali berkuasa. Dua tahun kemudian dia mengundurkan diri dan memberikan jabatannya kepada Raul.

Sejak menduduki jabatan sebagai presiden, Raul Castro menjalankan reformasi ekonomi, yang membantu meningkatkan hubungan dengan AS. Tetapi kritik menyebutkan perubahan di negara tersebut berjalan lambat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.