Raul Castro: AS dan Kuba Bisa Perbaiki Hubungan

Kompas.com - 22/12/2013, 12:57 WIB
Presiden Barack Obama menjabat tangan presiden Kuba, Raul Castro saat keduanya menghadiri upacara kebaktian mengenang Nelson Mandela, di Soweto, Selasa (10/12/2013). abcnews.comPresiden Barack Obama menjabat tangan presiden Kuba, Raul Castro saat keduanya menghadiri upacara kebaktian mengenang Nelson Mandela, di Soweto, Selasa (10/12/2013).
EditorErvan Hardoko

HAVANA, KOMPAS.com - Presiden Kuba Raul Castro, Sabtu (21/12/2013) mengatakan "hubungan yang lebih berbudaya" dapat dilakukan dengan Amerika Serikat, jika kedua negara menghormati perbedaan di antara mereka.

Presiden Castro mengatakan AS harus menghentikan permintaan perubahan rezim di negara komunis tersebut. Dengan hal itu, upaya untuk meningkatkan hubungan dapat dilakukan kedua negara, kata dia.

Komentar Catro tersebut setelah menjabat tanggan Presiden AS Barack Obama pada upacara penghormatan untuk Nelson Mandela di Afrika Selatan pertengahan Desember lalu.

Dalam sebuah pidato dihadapan publik yang jarang dilakukannya, Castro mengatakan pejabat Kuba dan Amerika telah melakukan pertemuan beberapa kali sejak tahun lalu untuk membicarakan masalah kedua negara, seperti imigrasi dan menghidupkan kembali layanan pos.

Langkah tersebut menunjukan hubungan kedua negara dapat dilakukan secara berbudaya, jelas Castro.

"Jika kita ingin meningkatkan hubungan bilateral, kita harus belajar untuk menghormati perbedaan masing-masing dan hidup damai dengan mereka. Jika tidak, kami siap untuk menjalani masa seperti 55 tahun terakhir ini," Castro memperingatkan.

Reformasi ekonomi

AS menghentikan hubungan dengan Kuba pada 1961 setelah revolusi dan memberlakukan embargo ekonomi dengan negara tersebut.

"Kami tidak meminta AS untuk mengubah sistem politik dan sosial, kami juga tidak setuju perubahan terhadap kami," kata Castro kepada anggota legislatif dalam penutupan sidang parlemen di ibu kota Havana.

Hubungan kedua negara tetangga tersebut menunjukkan peningkatan, mesti masih banyak hambatan untuk melakukan rekonsiliasi, seperti dilaporkan wartawan BBC di Havana Sarah Rainsford.

Raul Castro (82) menggantikan kakaknya, Fidel, pada 2006 lalu. Fidel mengalami masalah kesehatan jantung dan tidak dapat kembali berkuasa. Dua tahun kemudian dia mengundurkan diri dan memberikan jabatannya kepada Raul.

Sejak menduduki jabatan sebagai presiden, Raul Castro menjalankan reformasi ekonomi, yang membantu meningkatkan hubungan dengan AS. Tetapi kritik menyebutkan perubahan di negara tersebut berjalan lambat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X