PM Turki Tuduh Asing Terlibat dalam Investigasi Korupsi

Kompas.com - 22/12/2013, 02:47 WIB
Kepala kepolisian Istanbul, Huseyin Capkin, dicopot dari jabatannya pasca-penggrebekan polisi yang menahan sejumlah orang yang diduga terkait kasus suap dan korupsi. stargazette.comKepala kepolisian Istanbul, Huseyin Capkin, dicopot dari jabatannya pasca-penggrebekan polisi yang menahan sejumlah orang yang diduga terkait kasus suap dan korupsi.
EditorErvan Hardoko
ANKARA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Sabtu (21/12/2013) mengklaim operasi penyelidikan suap yang melibatkan anak sejumlah menteri kabinetnya merupakan sebuah konspirasi internasional.

"Sejumlah duta besar terlibat dalam aksi-aksi provokasi. Kami tak harus menerima kalian di negeri ini," kata Erdokan dalam pidatonya dari kota pesisir Laut Hitam, Samsun.

Meski tak menyebut nama, pernyataan Erdogan itu dianggap mengarah kepada duta besar AS Francis Ricciardone, setelah dia berkomentar soal skandal suap yang dibongkar kepolisian itu.

Namun, Ricciadone lewat akun Twitter-nya membantah pemerintah AS terlibat dalam penyelidikan suap itu.

"Pemerintah AS tidak terlibat dalam investigasi kasus korupsi yang sedang berlangsung saat ini," ujar Ricciardone.

Di hari yang sama, para hakim di pengadilan Istanbul mendakwa putra Menteri Dalam Negeri Muammer Guler dan Menteri Ekonomi Zafer Caglayan, menjadi perantara suap. Demikian laporan harian Hurriyet.

Di antara mereka yang ditahan dalam penggrebekan pagi hari 17 Desember lalu itu adalah direktur bank Halkbank Suleyman Aslan dan pebisnis asal Azerbaijan, Reza Zarrab.

Zarrab didakwa telah membentuk kelompok yang bertugas untuk menyuap pejabat untuk menyamarkan penjualan ilegal emas ke Iran melalui Halkbank. Sementara Aslan didakwa telah menerima suap.

Putra Menteri Lingkungan Erdogan Bayraktar yang sempat ditahan sudah dibebaskan pada Jumat (20/12). Demikian pula dengan wali kota distrik Fatih, Istanbul, Mustafa Demir dan pengusaha konstruksi, Ali Agaoglu.

Akibat penyelidikan kasus korupsi yang terjadi hanya tiga bulan sebelum pemilihan umum itu, sejumlah perwira polisi dipecat atau dicopot dari posisinya oleh pemerintahan Erdogan.

Erdogan sejauh ini sudah mencopot kepala kepolisian Istanbul dan sejumlah perwira polisi. Erdogan menuduh mereka tidak memperingatkan dirinya bahwa rekan-rekan tengah diselidiki terkait kasus suap.

Erdogan kemudian memilih Selami Altinok, seorang pejabat provinsi yang tak memiliki pengalaman kepolisian, sebagai kepala kepolisian Istanbul yang baru.

Sejumlah kalangan memperkirakan penunjukan Altinok itu adalah upaya Erdogan untuk menghentikan investigasi kasus korupsi ini.




Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X