Kompas.com - 20/12/2013, 13:56 WIB
Tentara Pembebasan Suriah mengangkat seorang rekan mereka yang terluka dalam pertempuran di dekat Base 80. Mohammed Fares yang dipenggal kelompok terkait Al Qaeda itu terluka dalam pertempuran yang sama. ReutersTentara Pembebasan Suriah mengangkat seorang rekan mereka yang terluka dalam pertempuran di dekat Base 80. Mohammed Fares yang dipenggal kelompok terkait Al Qaeda itu terluka dalam pertempuran yang sama.
EditorEgidius Patnistik
GENEVA, KOMPAS.COM - Sebuah panel penyelidik PBB, Kamis (19/12), mengatakan, pihaknya yakin pemerintah Suriah sedang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan melenyapkan orang secara sistematis. Para pemberontak, kata panel itu, belum lama ini juga mulai melenyapkan para lawan mereka.

Dalam sebuah laporan yang berdasarkan pada sejumlah wawancara dengan para korban selamat dan keluarga para korban, panel itu mengatakan taktik perang digunakan pemerintah Presiden Bashar Assad. Taktik itu dapat dikatakan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan karena hal itu merupakan bagian dari kebijakan untuk menyebarkan teror dan penderitaan mental di kalangan orang-orang yang bertanya-tanya tentang orang yang mereka cintai.

Kelompok pemberontak seperti Negara Islam Irak dan Levant ( atau ISIL) yang punya kaitan dengan Al Qaeda yang mengontrol sebagian besar Suriah utara juga mulai menangkap orang dan mendirikan penjara rahasia, kata panel itu.

Namun, kata panel itu, sebagian besar oposisi melakukan kejahatan perang dengan menculik pendukung hak asasi manusia, wartawan, aktivis, pekerja kemanusiaan, pemimpin agama dan orang-orang yang dianggap sebagai pendukung pemerintah Assad. Itu merupakan kejahatan perang karena walau tidak sistematis, para korban biasanya disandera untuk mendapatkan tebusan atau untuk dipertukarkan, dan keberadaan mereka tidak disembunyikan, kata panel itu.

Kelompok oposisi Suriah di pengasingan, Koalisi Nasional Suriah yang didukung Barat, mengatakan setiap kelompok oposisi yang secara ilegal menangkap dan manahan warga sipil tak berdosa sedang melanggar tujuan dasar pemberontakan Suriah. Kelompok itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa koalisi tidak menganggap ISIL sebagai bagian dari oposisi. "Tindakannya melayani kepentingan rezim."

Dalam kasus pemerintah Suriah, panel yang dipimpin diplomat dan ilmuwan Brasil, Paulo Sergio Pinheiro, mengatakan pihaknya menemukan "sebuah pola luas yang konsisten" yang dilakukan pihak keamanan, angkatan bersenjata dan milisi pro-pemerintah Suriah. Mereka menangkap orang dalam penangkapan massal atau pencarian dari rumah ke rumah dan di pos pemeriksaan dan rumah sakit, kemudian melenyapkan orang-orang itu dan bahkan menyangkal mereka pernah ada.

Sebagian besar korban adalah pemuda. Anggota panel, Karen Koning AbuZayd, mengatakan, berdasarkan "laporan yang konsisten" tentang bagaimana dan di mana orang menghilang, panel mengasumsikan "sebagian besar dari mereka" telah disiksa di penjara. "Tampaknya itu menjadi kebijakan karena begitu luas. Itu terjadi di seluruh negeri," katanya kepada The Associated Press. "Kami tahu ada ribuan, tetapi kami tidak tahu berapa banyak orang yang ditahan."

Panel PBB itu menekan pemerintah Suriah untuk memberikan informasi dan meminta kedua belah pihak untuk menghentikan praktek tersebut.

Di Damaskus, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faysal Mikdad, mengecam PBB. Dia mengatakan kepada televisi pemerintah Suriah bahwa peran badan dunia itu dalam krisis Suriah sangat "memalukan."

Di antara kasus yang dikutip panel itu adalah seorang perempuan 60 tahun yang dimasukkan ke penjara di Homs karena bertanya tentang anaknya yang hilang. Dalam kasus lain, seorang pembelot dari angkatan udara menjelaskan sejumlah perintah untuk tidak memberikan informasi tentang keberadaan tahanan atau berbicara dengan keluarga mereka. Seorang pembelot lain mengatakan, para petugas menerima perintah untuk mengumpulkan semua pria usia 16 - 40 tahun yang ambil bagian dalam demonstrasi.

Amnesty International, Kamis, juga melaporkan bahwa Negara Islam di Irak dan Levant telah "secara kejam melanggar hak-hak masyarakat lokal" di sejumlah penjara rahasia di Suriah utara di mana penyiksaan dan pembunuhan merupakan hal yang lumrah. Laporan Amnesty itu berdasarkan sejumlah wawancara dengan para mantan tahanan.

Tuduhan panel PBB dan Amnesty itu muncul hanya beberapa jam setelah Majelis Umum PBB menyetujui sebuah resolusi yang mengekspresikan kemarahan atas "meluas dan sistematisnya pelanggaran berat" oleh pihak-pihak berwenang Suriah dalam hampir tiga tahun konflik yang menurut para aktivis telah menewaskan lebih dari 120.000 orang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.