Mantan PM dan Dua Putra Mubarak Dibebaskan dari Dakwaan Korupsi

Kompas.com - 19/12/2013, 17:07 WIB
Husni Mubarak masih harus menghadapi sidang untuk dakwaan lain. BBCHusni Mubarak masih harus menghadapi sidang untuk dakwaan lain.
EditorErvan Hardoko
KAIRO, KOMPAS.com - Sebuah pengadilan Mesir, Kamis (19/12/2013), membebaskan mantan perdana menteri dan kandidat presiden Ahmed Shafiq dan dua putra mantan diktator Hosni Mubarak dari dakwaan korupsi.

Ahmed Shafiq kabur ke Uni Emirat Arab tak lama setelah dia kalah tipis dari Muhammad Mursi dalam pemilihan presiden 2012, setahun sebelum akhirnya Mursi digulingkan militer.

Shafiq menghadapi dakwaan korupsi baru, seperti halnya dua putra Mubarak, Alaa dan Gamal. Sejauh ini, Shafiq belum memberi pernyataan apakah dia akan pulang atau kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden setelah dakwaannya dicabut pengadilan.

Shafiq didakwa melakukan korupsi ketika dia menjadi pejabat senior penerbangan Mesir di masa pemerintahan Mubarak. Dia diduga melakukan korupsi dalam penjualan tanah kepada kedua anak Mubarak itu.

Shafiq kemudian menjadi menteri penerbangan Mesir dan lalu menjadi perdana menteri di hari-hari terakhir kekuasaan Hosni Mubarak.

Pemerintahan sipil yang didukung militer berencana menggelar pemilihan parlemen dan presiden pada musim gugur 2014 di tengah spekulasi pemimpin militer Abdel Fattah al-Sisi akan ikut mencalonkan diri dan diprediksi dengan mudah memenangkan pemilu.

Sejauh ini, Al-Sisi belum menyatakan secara resmi akan maju dalam pemilihan presiden Mesir tahun depan.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X