Kompas.com - 18/12/2013, 16:48 WIB
Pasukan Kenya yang tergabung dalam misi Uni Afrika di Somalia (AMISOM) merayakan keberhasilan merebut kota Kismayo, Somalia. AP PhotoPasukan Kenya yang tergabung dalam misi Uni Afrika di Somalia (AMISOM) merayakan keberhasilan merebut kota Kismayo, Somalia.
EditorErvan Hardoko
MOGADISHU, KOMPAS.com - Sekelompok orang bersenjata di Somalia menembak mati tiga orang dokter asal Suriah dan tiga dokter lain asal Somalia, Rabu (18/12/2013), saat para dokter itu tengah menuju ke sebuah rumah sakit di luar ibu kota Mogadishu.

Jasad keenam dokter yang dipenuhi peluru itu dibawa ke rumah sakit Medina, Mogadishu, setelah mereka diserang di jalan raya yang menghubungkan Mogadishu dengan Agfoye, yang berjarak 30 kilometer dari ibu kota.

Seorang dokter asal Suriah juga terluka dalam insiden di kota Agfoye yang merupakan bekas basis kelompok militan Al-Shaabab, sebelum mereka dipukul mundur pada Mei 2012.

Namun, seorang petinggi senior Al-Shaabab menegaskan kelompoknya tidak bertanggung jawab atas pembunuhan para dokter itu, meski anggota kelompok ini kerap menyerang target-target pemerintah dan internasional termasuk para pekerja sosial.

Sebagian besar wilayah Somalia dipenuhi kelompok-kelompok bersenjata yang membuat negeri itu menjadi sebuah kawasan paling berbahaya bagi para pekerja sosial.

Kelompok Al-Shaabab sendiri dipukul mundur dari ibu kota Mogadishu dan beberapa kota lainnya oleh pasukan gabungan Afrika  yang bekerja di bawah mandat PBB, AMISOM. Meski demikian, Al-Shaabab masih menguasai sebagian besar wilayah selatan Somalia termasuk daerah kantung, Puntland.

Pada Senin (16/12), komandan baru AMISOM bertekad akan memimpin pasukannya yang berkekuatan 17.700 personel itu untuk melakukan serangan terhadap posisi-posisi Al-Shabab.
Jenderal Silas Ntigurirwa, nama komandan baru AMISOM itu, mengatakan dia masih menantikan tambahan 4.000 personel untuk pasukannya.

"Dengan personel tambahan, AMISOM akan mampu memperluas wilayah yang harus dibebaskan yang kini berada di bawah kekuasaan Al-Shaabab," kata jenderal asal Burundi itu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.