Kompas.com - 18/12/2013, 13:39 WIB
Pasukan Amerika Serikat dan sekutu serta pangkalannya di Timur Tengah serta perbandingan dengan peralatan militer milik Suriah. AFPPasukan Amerika Serikat dan sekutu serta pangkalannya di Timur Tengah serta perbandingan dengan peralatan militer milik Suriah.
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.COM - Sejumlah kebijakan Barat terhadap Iran dan Suriah merupakan sebuah "perjudian berbahaya" dan Arab Saudi siap bertindak sendiri demi menjaga keamanan di wilayah itu, kata seorang diplomat tinggi Arab Saudi, Selasa (18/12).

"Kami yakin banyak kebijakan Barat terhadap Iran dan Suriah membahayakan stabilitas dan keamanan di Timur Tengah," tulis Duta Besar Saudi untuk Inggris, Pangeran Mohammed bin Nawaf bin Abdulaziz, dalam sebuah artikle di New York Times. "Ini sebuah perjudian yang berbahaya, karena itu kami tidak bisa tinggal diam, dan tidak akan berpangku tangan saja," tulisnya.

Kata-kata peringatan yang blak-blakan itu merupakan yang terbaru dalam serangkaian pernyataan terbuka para tokoh senior Saudi dalam mengekspresikan ketidaksenangan mereka dengan sejumlah inisiatif diplomatik AS dan Barat terhadap Suriah dan Iran.

Sampai belum lama ini, para pemimpin Saudi jarang menyuarakan kritik terbuka tentang sekutu Barat mereka dalam kemitraan yang telah berlangsung panjang selama berdekade.  Namun keputusan Washington untuk menarik diri dari aksi militer di Suriah dan dukungan bagi kesepakatan nuklir sementara dengan Iran belum lama ini telah mengecewakan kerajaan Saudi yang kaya minyak itu, yang melihat Tehran sebagai saingan regional yang berbahaya.

Nawaf bin Abdulaziz merujuk dukungan Iran bagi rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Duta Besar itu mengatakan, "Ketimbang menantang pemerintah Suriah dan Iran, beberapa mitra Barat kami menolak untuk mengambil sejumlah tindakan yang sangat dibutuhkan terhadap dua negara itu. Barat telah memungkinkan sebuah rezim bertahan hidup dan yang lain melanjutkan program pengayaan uraniumnya, dengan konsekuensi bahaya terjadi pengerahan persenjataan," tulisnya.

Pembahasan diplomatik dengan Iran mungkin "melumerkan" keinginan Barat untuk menghadapi Damaskus dan Teheran, katanya. "Namun berapa harga 'perdamaian' ketika hal itu dibuat dengan rezim semacam itu?"

Akibatnya, Arab Saudi "tidak punya pilihan kecuali harus menjadi lebih tegas dalam urusan internasional: lebih bertekad dari sebelumnya untuk membangun stabilitas asli daerah kami yang memang sangat dibutuhkan."

Kerajaan Teluk itu memiliki "tanggung jawab global," baik politik maupun ekonomi. Duta Besar itu melanjutkan, "Kami akan bertindak untuk memenuhi tanggung jawab ini, dengan atau tanpa dukungan mitra Barat kami."

Dalam tulisannya itu Nawaf bin Abdulaziz juga melancarkan sindiran terhadap Presiden AS, Barack Obama, terkait pernyataan 'garis merah', yang ternyata hanya sebuah gertak sambal saja terhadap Suriah.

Obama telah menggunakan istilah "garis merah" untuk memperingatkan rezim Suriah agar tidak menggunakan senjata kimia. Setelah rezim itu dituduh sudah menembakkan senjata kimia, yang adalah sebuah 'gari merah' dalam istilah Obama, Presiden AS itu mengancam akan melancarkan serangan militer sebagai hukuman. Namun pada akhirnya, Obama justru mengupayakan perjanjian diplomatik di mana Damaskus berjanji untuk menyerahkan semua arsenal berbahan kimia miliknya.

Duta besar Saudi itu mengecam Barat karena keengganannya untuk memberikan bantuan menentukan bagi pemberontak Suriah. Dia berjanji untuk melanjutkan dukungan Saudi bagi Tentara Pembebasan Suriah dan "oposisi Suriah." Dia mengakui adanya ancaman kelompok Al-Qaeda di Suriah. Namun dia berpendapat cara terbaik untuk melawan munculnya ekstrimis di antara para pemberontak adalah mendukung pihak-pihak yang moderat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.