Kompas.com - 18/12/2013, 11:17 WIB
EditorEgidius Patnistik
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan produksi opium di kawasan segitiga emas Asia Tenggara terus mengalami peningkatan 22 persen tahun ini. Produksi opium di kawasan yang meliputi Myanmar, Laos, dan Thailand itu terus meningkat dalam tujuh tahun terakhir, didorong peningkatan pemasukan dan membaiknya infrastuktur.

Dalam laporan terakhir yang dirilis badan narkotika dan obat terlarang PBB, UNODC, disebutkan Myanmar merupakan kawasan dengan peningkatan produksi opium paling tinggi, 26 persen dalam setahun terakhir, meskipun upaya pemberantasan perdagangan opium terus berjalan.

Myanmar, Laos, dan Thailand menyumbang 18 persen dari total produksi opium dunia. "Angka ini menunjukkan perlunya meningkatkan upaya pemberantasan melalui pemecahan masalah hingga ke akarnya dan mendorong jenis-jenis komoditas lain di luar opium," kata Jeremy Douglas kepada ABC.

Para petani di segitiga emas ini banyak beralih ke tanaman opium karena 19 kali lebih menguntungkan dibanding tanaman padi misalnya.

"Kawasan ini mengalami kemajuan ekonomi, sehingga pendapatan meningkat, membuat para pedagang narkotika bisa menghasilkan lebih banyak uang lagi," katanya.

Ia menjelaskan, pasar narkoba dan obat terlarang tidak saja di ASEAN, tetapi juga di Australia.

Thailand sejauh ini secara proaktif memusnahkan produksi opium di wilayah perbatasannya, tetapi tindakan itu justru mendorong peningkatan produksi di negara tetangga, Laos dan Myanmar.

Perbaikan infrastruktur kian meningkatkan konektivitas di kawasan itu. "Kawasan segitiga ini kian terhubung saat ini," kata Douglas.

Target ASEAN sebagai kawasan bebas narkoba di tahun 2015, menurut Douglas, tampaknya sulit terpenuhi. "Hal itu tampaknya masih jauh," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.