Kompas.com - 16/12/2013, 21:43 WIB
EditorErvan Hardoko

NEW DELHI, KOMPAS.com — Sebuah laporan dari organisasi anti-kemiskinan ActionAid menunjukkan angka kasus pemerkosaan yang dilaporkan di India meningkat dua kali lipat sepanjang 2012.

Laporan yang dirilis bertepatan dengan peringatan kasus pemerkosaan Jyoti Singh di sebuah bus New Delhi juga menemukan bahwa kasus-kasus serangan seksual meningkat empat kali lipat.

Mark Chenery dari ActionAid menyatakan, temuan itu mesti menjadi peringatan. ”Dan kita harus mengingatnya kalau jumlah yang kami temui di sini merupakan kasus-kasus yang dilaporkan,” ujarnya kepada program Asia Pasific Radio Australia.

Menurut dia, jumlah yang dilaporkan itu jauh lebih rendah daripada jumlah kasus yang terjadi.

Chenery mengungkapkan agak sulit menyebut jika jumlah itu merefleksikan apakah akan banyak kasus pemerkosaan terhadap perempuan di India untuk di masa depan, kendati dia meyakini perilaku terhadap perempuan secara perlahan berubah di India.

”Akan tetapi jalan masih panjang,” tutur Chenery.

”(Dan) ada tanda-tanda pasti setidaknya di masyarakat, yang menginginkan pihak berwenang bertindak tegas atas kekerasan terhadap perempuan,” katanya lagi.

ActionAid menyerukan India agar mempercepat proses pengadilan atas kaus pemerkosaan dan mendorong agar pemerintah menyediakan layanan hotline 24 jam untuk para korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.