Kompas.com - 16/12/2013, 20:40 WIB
Ribuan personel militer Korea Utara menggelar parade di lapangan dekat Istana Kumsusan, Pyongyang, Senin (16/12/2013), untuk menyampaikan sumpah setia mereka kepada pemimpin negeri itu, Kim Jong Un. KNS / KCNA / AFPRibuan personel militer Korea Utara menggelar parade di lapangan dekat Istana Kumsusan, Pyongyang, Senin (16/12/2013), untuk menyampaikan sumpah setia mereka kepada pemimpin negeri itu, Kim Jong Un.
EditorErvan Hardoko
PYONGYANG, KOMPAS.com — Angkatan Bersenjata Korea Utara, Senin (16/12/2013), menyatakan sumpah setia untuk pemimpin negeri itu Kim Jong Un, setelah ia mengeksekusi pamannya sendiri pada pekan lalu.

Acara parade militer yang diisi pernyataan sumpah setia itu digelar sehari menjelang peringatan dua tahun kematian Kim Jong Il, Selasa (17/12/2013).

Stasiun televisi Pemerintah Korea Utara menayangkan ribuan prajurit berbaris di sebuah lapangan raksasa di luar Istana Kumsusan yang menyimpan jasad pendiri negara Kim Il Sung dan putranya, Kim Jong Il, yang diawetkan.

"Kami akan menjadi senjata dan perisai untuk menjaga pemimpin tertinggi," begitu teriakan ribuan prajurit Korea Utara.

Kepala Biro Politik Angkatan Bersenjata Choe Ryong Hae menyerukan agar para prajurit Korea Utara melindungi Kim Jong Un dengan nyawa mereka dan menjadi "bom serta peluru" manusia untuk sang pemimpin.

Choe, yang menjadi tokoh paling berpengaruh di tubuh militer setelah eksekusi paman Kim Jong Un, menambahkan bahwa pasukan Korea Utara akan membela pemimpinnya dan tak memedulikan upaya-upaya para pengkhianat.

Pernyataan publik soal dukungan militer menjadi sangat penting menyusul eksekusi Jang Song Thaek, paman Kim Jong Un, yang dituduh hendak mengambil alih kekuasaan negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, perkembangan di Korea Utara mendapatkan perhatian penuh dari "saudaranya" di Selatan. Militer Korea Selatan kini dalam kondisi siaga penuh dan Presiden Park Geun-hye menggelar rapat dengan para petinggi militer dan keamanan negara.

"Terkait perkembangan terakhir di Utara, tidak jelas ke mana arah politik negeri itu akan berkembang," kata Presiden Park dalam jumpa pers di Seoul.

"Namun, kami tidak bisa mengabaikan kemungkinan adanya provokasi yang sembrono," tambah Park sambil memerintahkan agar kesiagaan militer di sepanjang perbatasan ditingkatkan.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengabarkan, selebaran propaganda Korea Utara jatuh di wilayah pulau Baengnyeong di perbatasan kedua negara.

Selebaran itu berisi peringatan akan serangan Korea Utara terhadap basis militer Selatan yang ditempatkan di pulau itu. Namun, militer Korea Selatan tidak memberi keterangan apa pun soal masalah ini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.