Baku Tembak Pecah di Ibu Kota Sudan Selatan

Kompas.com - 16/12/2013, 15:45 WIB
Tentara Sudan Selatan. ReutersTentara Sudan Selatan.
|
EditorErvan Hardoko
JUBA, KOMPAS.com — Baku tembak dahsyat terjadi sepanjang Minggu (15/12/2013) malam di ibu kota Sudan Selatan, Juba, mewarnai meningkatnya suhu politik di negeri yang baru saja merdeka itu.

Situasi politik di Sudan Selatan meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Awal bulan ini para pemimpin partai berkuasa Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM) secara publik menentang Presiden Salva Kiir dan menudingnya bersikap layaknya diktator.

Menteri Informasi Michael Makuei Lueth menolak berkomentar soal masalah ini, tetapi menegaskan bahwa Presiden Kiir masih berkuasa.

"Presiden akan menyampaikan pidato dalam waktu cepat. Saya tak bisa mengatakan banyak hal hingga dia berbicara," ujar Lueth.


Seorang diplomat di kota Juba mengatakan, situasi di kota itu sedikit membingungkan, tetapi kondisi kembali tenang pada Senin (16/12/2013) pagi setelah militer dikerahkan dan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS dan Inggris di Juba memperingatkan warganya di negeri itu agar berhati-hati dan menghindari kegiatan yang tak diperlukan.

Seorang sumber pemerintah mengatakan, baku tembak pecah tak lama setelah Minggu tengah malam. Baku tembak itu terjadi antara faksi yang berseberangan di dalam angkatan bersenjata.

Sudan Selatan merdeka pada 2011 setelah dalam referendum, rakyat memilih berpisah dari Sudan dan membentuk sebuah negeri baru.

Sejak kemerdekaan, Presiden Kiir berjuang untuk mengurangi korupsi, memberantas pemberontakan, dan menyelesaikan konflik di negeri miskin tetapi kaya minyak itu.

SPLM dipimpin politisi berpengaruh Riek Machar, bekas pemimpin perang saudara Sudan pada 1983-2005. Dia dipecat dari jabatannya sebagai wakil presiden pada Juli lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X