Kompas.com - 16/12/2013, 14:28 WIB
Menikmati sunset di Chamsy Hill, Luang Prabang, Laos. KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMANMenikmati sunset di Chamsy Hill, Luang Prabang, Laos.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Laos menjadi incaran baru investasi Jepang di kawasan Asia Tenggara. Catatan dari warta koran resmi pemerintah, Vientines Times, pada Senin (16/12/2013), menunjukkan kalau Laos memiliki tiga unsur unggulan. Pertama, stabilitas politik yang relatif permanen. Kedua, ongkos pekerja yang murah. Ketiga, Laos punya pertumbuhan ekonomi yang mapan. Data tersebut berasal daru Bank Pembangunan Asia (ADB).

Meski sampai kini Laos masih terbilang negara berkembang, kata ADB, perekonomian Laos pada 2011-2012 tumbuh 8 persen. Data itulah yang membuat Jepang tertarik menanamkan modalnya di Laos.

Media tersebut mengatakan kalau Jepang mulai tahun depan menempatkan kantor perwakilan dagangnya, Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang, di Vientiane, ibu kota Laos. Sampai dengan akhir 2012, sudah ada 60 perusahaan asal Jepang menanamkan modalnya di Laos. Pada 2009, jumlah perusahaan Jepang di Laos baru ada 27.

Kini ada nama Nikon Corporation dan Toyota Motor Corporation yang tengah membangun pabrik di Laos. Pabrik di Laos ini akan menjadi pemasok industri perakitan di Thailand.

ASEAN

Sementara itu, data dari Seminar Internasional di Bali sejak Kamis (12/12/2013) sampai dengan Sabtu (14/12/2013), bertajuk Avoiding The Middle Income Trap: Lesson Learnt and Strategies for Indonesia to Grow Equitably and Sustainably hasil kerja sama Bank Indonesia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, ADB, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), UNDESA, OECD Development Centre menunjukkan Laos mengalami pertumbuhan ekonomi yang konsisten.

Laos mencatatkan pertumbuhan menanjak sejak periode 2000-2007 dari posisi 6,8 persen hingga 8 persen pada periode tersebut di atas. Sampai dengan akhir 2012, Laos masuk dalam kategori level kedua bersama Kamboja, Myanmar, dan Vietnam. Sementara, pada level pertama, bertengger enam negara ASEAN lainnya yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X