UNHCR: Dalam Sepekan 600 Orang Tewas di Afrika Tengah

Kompas.com - 13/12/2013, 21:58 WIB
Konvoi kendaraan militer Perancis dari Kamerun menuju wilayah Afrika Tengah yang sedang bergolak. Perancis mengerahkan sebanyak 1.600 personel militernya untuk membantu memulihkan kondisi di Afrika Tengah. FRED DUFOUR / AFPKonvoi kendaraan militer Perancis dari Kamerun menuju wilayah Afrika Tengah yang sedang bergolak. Perancis mengerahkan sebanyak 1.600 personel militernya untuk membantu memulihkan kondisi di Afrika Tengah.
EditorErvan Hardoko
BANGUI, KOMPAS.com - Lebih dari 600 orang tewas dan 159.000 orang lainnya menjadi pengungsi akibat kekerasan sektarian di Republik Afrika Tengah sepanjang pekan lalu. Demikian pernyataan badan urusan pengungsi PBB (UNHCR), Jumat (13/12/2013).

Sebanyak 450 orang tewas di ibu kota Bangui dan 160 orang lainnya tewas di berbagai daerah negeri bekas jajahan Perancis itu.

"Kami sedang menyaksikan memburuknya situasi di Republik Afrika Tengah," kata juru bicara UNHCR, Adrian Edwards.

Para pekerja sosial mengatakan krisis kemanusiaan di negeri itu terus meningkat ketika lebih dari 500.000 orang terpaksa meninggalkan kediaman mereka sejak kerusuhan sektarian ini pecah.

Puluhan ribu orang terpaksa menjadi pengungsi dan tinggal di tenda-tenda ala kadarnya di sekitar ibu kota Bangui.

Sementara itu, seorang pejabat senior Uni Afrika mengatakan bahwa organisasi itu sudah menyetujui peningkatan personel pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di Afrika Tengah dari 2.500 personel menjadi 6.000 personel.

"Keputusan yang diambil Dewan Perdamaian dan Keamanan (PSC) adalah meningkatkan kekuatan pasukan. Kami bisa menambah hingga 6.000 personel, tergantung kebutuhan," kata El Ghassim Wane, Direktur Departemen Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika.

"Dalam waktu tiga bulan, PSC akan bertemu lagi untuk mengevaluasi kekuatan pasukan berdasarkan evolusi situsasi dan penilain kami atas situasi di lapangan," tambah Wane.

Selain pasukan Uni Afrika, Perancis juga mengirim sebanyak 1.600 personel militer untuk mendukung pasukan Uni Afrika di Republik Afrika Tengah.

Pasukan Perancis akan bertugas untuk melucuti persenjataan yang dimiliki pemberontak di berbagai wilayah negeri tersebut.

Kerusuhan sektarian di Afrika Tengah terjadi antara pasukan pemberontak Seleka yang Muslim -mereka berasal dari Chad atau Sudan- dan milisi Kristan anti-Balaka, yang merujuk pada Balaka atau golok senjata  yang digunakan Seleka.



Sumber Al Jazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X