Kompas.com - 13/12/2013, 08:39 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

NEW YORK, KOMPAS.com — Misi khusus PBB untuk senjata kimia di Suriah mendapatkan sejumlah bukti kuat dan bukti yang relevan tentang penggunaan senjata kimia di Suriah.

Dari tujuh lokasi yang diselidiki, lima lokasi dipastikan pernah terpapar penggunaan senjata kimia. Berikut adalah rinciannya.

Dalam laporan yang dirilis pada Kamis (12/12/2013), dinyatakan bahwa misi telah mengumpulkan bukti yang jelas dan meyakinkan bahwa senjata kimia berskala besar memang dipakai terhadap warga sipil, termasuk anak-anak, dalam serangan ke Ghouta.

"Sejumlah korban (di Ghouta) jelas didiagnosis keracunan organofosfat," tulis laporan itu. "Sampel darah dan urine pasien mendapatkan hasil positif (keracunan gas) sarin dan jejak sarin."

Sebelumnya, laporan awal yang dirilis pada 16 September 2013 menyatakan konfirmasi telah digunakannya senjata kimia dalam skala luas dan penggunaan gas sarin dalam serangan di permukiman penduduk di Ghouta, di dekat Damaskus, pada 21 Agustus 2013 itu.

Bukti yang sama kuatnya, kata laporan yang dirilis Kamis, mendapatkan informasi yang kredibel, yang menguatkan tuduhan bahwa senjata kimia dipakai dalam pertempuran di Khan Al Asal pada 19 Maret 2013.

Sementara untuk Jobar, para pemeriksa mengumpulkan bukti yang konsisten tentang kemungkinan penggunaan senjata kimia meski berskala kecil terhadap tentara Suriah. Serangan ini terjadi pada 24 Agustus 2013.

Meski demikian, laporan ini mengatakan tak bisa mengaitkan hubungan antara para korban, dugaan pelaku, dan lokasi serangan di Jobar.

Adapun dari Saraqueb, misi mengumpulkan bukti yang memperlihatkan senjata kimia digunakan dalam skala kecil, termasuk kepada warga sipil, pada 29 April 2013.

Demikian juga untuk Ashrafiah Sahnaya di dekat Damaskus, pemeriksa menemukan bukti penggunaan senjata kimia skala kecil dalam serangan yang menyasar tentara pada 25 Agustus 2013.

Namun, lagi-lagi di Ashrafiah tak cukup tersedia informasi untuk mengaitkan insiden itu dengan lokasi dan korban. Sampel yang dikumpulkan para peneliti pun adalah pengumpulan sepekan dan sebulan setelah sempat ada pengujian awal menyatakan tak ada penggunaan senjata kimia dalam serangan ini.

Sebaliknya, untuk serangan di Bahhariyeh dan Sheik Maqsood, pada 22 Agustus 2013 dan 13 April 2013, tim PBB tak mendapatkan bukti pendukung untuk penggunaan senjata kimia. Di Bahhariyeh, laporan itu menyebutkan tak ada sampel darah yang positif menunjukkan keracunan zat kimia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.