MA Banglades Kukuhkan Hukuman Mati untuk Tokoh Partai Islam

Kompas.com - 12/12/2013, 19:28 WIB
Salah seorang tokoh Partai Jamaat-e-Islam Abdul Qader Molla yang akan menjalani hukuman gantung pada Rabu (11/12/2013) lewat tengah malam di salah satu penjara di Banglades. AP PhotoSalah seorang tokoh Partai Jamaat-e-Islam Abdul Qader Molla yang akan menjalani hukuman gantung pada Rabu (11/12/2013) lewat tengah malam di salah satu penjara di Banglades.
EditorErvan Hardoko

DHAKA, KOMPAS.com - Mahkamah Agung Banglades, Kamis (12/12/2013), memperkuat keputusan eksekusi hukuman mati atas seorang tokoh partai Islam Banglades yang dinyatakan bersalah melakukan kejahatan perang.

Upaya kasasi dari tim pengacara Abdul Qader Mullah pada menit-menit terakhir kini sudah ditolak. Awalnya dia akan dieksekusi Selasa tengah malam namun pengadilan kemudian memberi kesempatan baginya untuk mengajukan kasasi.

"Tidak ada lagi halangan untuk eksekusi Qader Mullah. Sekarang semuanya sudah jelas," tutur Jaksa Agung, Mahbubey Alam, menanggapi keputusan MA.

Dia menambahkan pemerintah yang akan menentukan waktu eksekusi, yang kemungkinan besar dilakukan selepas tengah malam.

Mullah diputuskan bersalah dalam dakwaan kejahatan perang pada masa perang kemerdekaan dari Pakistan tahun 1971.

Hukuman mati atas pemimpin Partai Jamaat-e-Islami ini merupakan yang pertama dari beberapa pemimpin Islam yang diadili di pengadilan khusus kejahatan perang.

Pemerintah Dhaka mengatakan tentara Pakistan -yang mendapat bantuan dari warga Banglades- menewaskan tiga juta orang dan memperkosa 200.000 perempuan dalam perang selama enam bulan itu.

Masalah ini membayang-bayangi perselisihan politik menjelang pemilihan umum Januari mendatang dengan seruan oposisi Partai Nasional Banglades agar Perdana Menteri Sheikh Hasina mengundurkan diri untuk menjamin pemilu jujur dan adil.

Aksi unjuk rasa yang digelar BNP akhir November -yang diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan- menewaskan sedikitnya 15 orang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X