Kompas.com - 12/12/2013, 15:59 WIB
EditorEgidius Patnistik
Auditor Eropa mengatakan Uni Eropa harus berhenti membayar gaji ribuan pegawai negeri sipil Palestina di Jalur Gaza yang tidak bekerja.

Berdasarkan pemeriksaan para auditor, terdapat 1 miliar euro (Rp13,9 triliun) pengeluaran Uni Eropa dialokasikan di Gaza antara tahun 2008 dan 2012.

Mereka menyerukan untuk melakukan pengecekan kembali secara besar-besaran, mengatakan uang yang dihabiskan untuk PNS di sana seharusnya dialokasikan ke Tepi Barat.

Banyak pegawai negeri sipil Gaza tidak bekerja sejak gerakan Islam Hamas berkuasa pada tahun 2007, auditor menambahkan.

Hamas memenangkan pemilihan parlemen tahun sebelumnya, menggulingkan Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas dan Presiden faksi Fatah, dan membentuk pemerintahan saingan.

Israel kemudian memperketat blokade wilayah itu dengan kerjasama dengan Mesir untuk melemahkan Hamas dan mengakhiri serangan roket.

Langkah ini membuat 1,7 juta orang di Gaza menderita kesulitan, dengan perekonomian yang 80 persen bergantung kepada bantuan dari luar.

Kurangnya transparansi

Uni Eropa membayar sekitar seperlima dari gaji 170.000 pegawai negeri sipil PA, baik di Tepi Barat maupun Gaza, di bawah program yang dikenal sebagai Pegase.

Hans Gustaf Wessberg dari Auditor Pengadilan Eropa mengatakan dana Uni Eropa secara keseluruhan telah memainkan peran penting dalam mendukung keluarga yang rentan, dan mempertahankan pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah Palestina.

Tetapi dia menunjukkan bahwa "pembayaran PNS yang tidak bekerja bukanlah salah satu tujuan utama [Uni Eropa] untuk memberikan pelayanan publik kepada rakyat Palestina."

Sementara Menteri Tenaga Kerja Palestina Ahmed Majdalani mengatakan pemerintah telah membayar mereka semua.

"Masalahnya adalah politik, hukum dan manusia. Mereka tadinya adalah pegawai pemerintah, dan mereka menjadi korban kudeta militer, dan mereka memiliki keluarga untuk diberi makan. Kita tidak bisa membuang mereka di jalan,'' katanya kepada Associated Press.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.