Kompas.com - 11/12/2013, 18:35 WIB
EditorErvan Hardoko

NEW DELHI, KOMPAS.com — Mahkamah Agung India, Rabu (11/12/2013), menegakkan kembali undang-undang yang mengkriminalkan homoseksualitas. Undang-undang tersebut merupakan pukulan bagi kelompok homoseksual di India.

MA mencabut keputusan Pengadilan Tinggi Delhi tahun 2009 yang sebelumnya membatalkan undang-undang itu.

Mahkamah mengatakan, parlemen yang akan selanjutnya mengatur atau mengubah undang-undang itu bila perlu.

Berdasarkan Pasal 377, undang-undang kolonial yang berumur 153 tahun menyebutkan hubungan sesama jenis sebagai "pelanggaran yang tak wajar" dan dapat menghadapi hukuman penjara 10 tahun.

Pemerintah, beberapa kelompok politik, sosial, dan agama mengajukan petisi ke MA untuk mengaktifkan kembali undang-undang itu menyusul keputusan tahun 2009.

Dalam ketetapannya, Pengadilan Tinggi Delhi menyebutkan saat itu bahwa Pasal 377 sebagai langkah diskriminatif terhadap homoseksual dan hubungan seksual orang dewasa tidak bisa ditetapkan sebagai kejahatan.

Sejumlah laporan menyebutkan, undang-undang itu jarang digunakan untuk menuntut siapa pun yang melakukan hubungan seksual berdasarkan suka sama suka.

Namun, undang-undang itu justru sering digunakan polisi untuk melecehkan kaum homoseksual, kata sejumlah laporan. Homoseksualitas di India dianggap sebagai hal yang tabu dan banyak orang menganggap hubungan sesama jenis tidak sah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.