Eksekusi Mati Tokoh Partai Islam Banglades Ditunda

Kompas.com - 11/12/2013, 17:54 WIB
Tokoh partai Jamaat-e-Islami, Abdul Quader Molla, batal dieksekusi gantung setelah pengadilan memutuskan menunda hukuman mati yang seharusnya dilaksanakan pada Rabu (11/12/2013) lewat tengah malam. STRDEL / AFPTokoh partai Jamaat-e-Islami, Abdul Quader Molla, batal dieksekusi gantung setelah pengadilan memutuskan menunda hukuman mati yang seharusnya dilaksanakan pada Rabu (11/12/2013) lewat tengah malam.
EditorErvan Hardoko
DHAKA, KOMPAS.com - Mahkamah Agung Banglades, Rabu (11/12/2013), menggelar sidang untuk memutuskan nasib seorang tokoh politik Islam yang dijatuhi hukuman mati akibat kejahatan perang.

Seharusnya, Abdul Quader Molla, pimpinan partai Jamaat-e-Islami, menjalani hukuman gantung pada Rabu lewat tengah malam. Namun, di saat-saat terakhir hukuman mati itu ditunda.

Mahkamah Agung Banglades mendengarkan permohonan kuasa hukum Molla terkait hak Molla mengajukan banding dengan alasan kliennya masih memiliki "hak konstitusi" untuk mengajukan banding.

Sementara itu, Jaksa Agung Mahbubey Alam mengatakan kepada Mahkamah Agung bahwa untuk kasus kejahatan perang maka proses banding ditiadakan.

Setelah kuasa hukum dan jaksa agung saling bertukar argumen selama dua jam, akhirnya pengadilan memundurkan jadwal sidang ke hari Kamis (12/11/2013).

Sementara itu, ribuan warga sekuler yang menunggu eksekusi terhadap Molla menjadi sangat kecewa ketika mendengar pembatalan hukuman mati.

"Ini sebuah konspirasi. Kami tidak akan tinggalkan Shahbag hingga dia dieksekusi," kata Imran H Sarkar, yang mengetuai sebuah forum bloger yang menyokong unjuk rasa.

Rencana hukuman gantung untuk Abdul Quader Molla juga memicu kemarahan pendukung Jamaat-e-Islami. Polisi mengatakan seorang pengunjuk rasa tewas tertembak setelah mereka melempari polisi dengan bom molotiv di kota Feni.

Seorang perempuan dan putrinya tewas terpanggang setelah para pengunjuk rasa membakar mobil mereka di luar kota Dhaka.

Sejak Januari lalu, bentrokan antara kelompok oposisi, polisi dan pendukung pemerintah sudah mengakibatkan 226 orang kehilangan nyawa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X