Kompas.com - 11/12/2013, 13:47 WIB
Ilustrasi : Daun ganja. shutterstockIlustrasi : Daun ganja.
EditorEgidius Patnistik
MONTEVIDEO, KOMPAS.COM — Uruguay, Selasa (10/12/2013), menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan praktik menanam, menjual, dan merokok ganja. Langkah tersebut menjadi sebuah eksperimen sosial perdana yang akan diawasi dengan saksama oleh negara-negara lain yang sedang berdebat soal liberalisasi narkotika.

Sebuah RUU yang disponsori pemerintah telah disetujui Senat dengan perolehan suara 16 berbanding 13. Undang-undang baru itu mengatur soal budi daya, distribusi, dan konsumsi ganja. UU tersebut bertujuan untuk menghancurkan bisnis narkotika para penjahat narkoba di negara kecil di Amerika Selatan tersebut.

Para pemakai ganja akan bisa membeli maksimum 40 gram setiap bulan dari apotek berlisensi asalkan mereka penduduk Uruguay berusia di atas 18 tahun dan terdaftar di database pemerintah yang akan memonitor pembelian bulanan mereka. Saat UU itu diimplementasikan dalam waktu 120 hari ke depan, warga Uruguay bisa menanam enam tanaman ganja di rumah mereka setiap tahun, atau sebanyak 480 gram (sekitar 17 ons), dan membentuk klub merokok 15 sampai 45 anggota yang dapat menanam hingga 99 tanaman per tahun. Para pengguna narkoba terdaftar bisa mulai membeli ganja di konter apotek berlisensi pada April tahun depan.

"Kami memulai pengalaman baru pada April. Ini melibatkan sebuah perubahan budaya yang besar yang berfokus pada kesehatan masyarakat dan memerangi perdagangan narkotika," kata Ibu Negara Uruguay, Senator Lucia Topolansky, kepada kantor berita Reuters.

Usaha Uruguay untuk memberantas perdagangan narkoba tengah diikuti dengan saksama di Amerika Latin di mana legalisasi sejumlah jenis narkotika semakin dilihat oleh para pemimpin regional sebagai cara yang mungkin untuk mengakhiri kekerasan yang ditimbulkan  perdagangan kokain. Negara-negara kaya yang berdebat tentang legalisasi ganja juga mengamati UU itu. Filantropis George Soros telah mendukung hal itu sebagai "percobaan" yang bisa memberikan alternatif bagi kebijakan "perang terhadap narkoba" pimpinan AS yang ternyata gagal.

UU itu memberi waktu 120 hari kepada otoritas untuk mendirikan sebuah panel pengendali narkotika yang akan mengatur standar budi daya, mematok harga, dan memonitor konsumsi.

Penggunaan ganja merupakan hal legal di Uruguay, sebuah negara dengan penduduk 3,3 juta jiwa yang merupakan salah satu negara yang paling liberal di Amerika Latin. Namun, budi daya dan penjualan narkotika merupakan hal ilegal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah negara lain di dunia telah melegalkan kepemilikan ganja. Belanda mengizinkan ganja dijual di kedai kopi. Namun, Uruguay akan menjadi negara pertama yang melegalkan seluruh rantai dari penanaman tanaman itu hingga pembelian dan penjualan daunnya.

Sejumlah negara seperti Kanada, Belanda, dan Israel punya sejumlah program legal untuk menanam ganja buat kepentingan medis, tetapi tidak mengizinkan budi daya ganja untuk penggunaan yang bersifat rekreasional. Tahun lalu, sejumlah negara bagian di AS, yaitu Colorado dan Washington, melegalkan dan mengatur penggunaan ganja untuk tujuan rekreasi melalui proses referendum.

Presiden sayap kiri Uruguay, Jose Mujica, membela inisiatifnya itu sebagai upaya untuk mengatur dan memajaki pasar ganja yang sudah ada, tetapi dijalankan oleh para penjahat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.