Dari 706 Kasus Pemerkosaan di New Delhi, Hanya Satu Berujung Hukuman

Kompas.com - 11/12/2013, 12:39 WIB
Peta India. ISTPeta India.
EditorEgidius Patnistik
NEW DELHI, KOMPAS.COM - Kasus seorang perempuan diperkosa secara beramai-ramai di atas sebuah bus di New Delhi pada 16 Desember 2012 berujung pada vonis hukuman bagi para pelaku. Namun sebagian besar kasus pemerkosaan yang dilaporkan di ibukota India itu tidak pernah bisa sejauh itu.

Seperti dilaporkan The Guardian, dari 706 kasus pemerkosaan yang tercatat di New Delhi tahun 2012, hanya kasus 16 Desember yang dilaporkan secara luas itu yang pelakunya akhirnya dihukum. Padahal, sejak serangan brutal itu, jumlah kasus pemerkosaan yang dilaporkan di kota itu meningkat hampir dua kali lipat.

Kurangnya hukuman tersebut menggambarkan sebuah kondisi menyedihkan dari korban kekerasan seksual di wilayah itu. Walau kasus pemerkosaan dapat dilaporkan, mungkin dalam jumlah yang lebih tinggi tahun ini karena semakin banyak perempuan yang berani melapor, hukuman yang dijatuhkan sangat jarang.

Dari 635 kasus pemerkosaan yang dilaporkan ke polisi New Delhi tahun 2011, hanya satu kasus berakhir dengan hukuman bagi pelakunya meskipun jumlah orang yang ditangkap telah lebih tinggi, lapor Press Trust of India.

Tidak jelas mengapa proporsi penghukuman atas kasus pemerkosaan yang dilaporkan sangat rendah di New Delhi. The Hindu menduga, masalahnya mungkin terletak pada proses penyidikan.

"Tingkat penghukuman yang rendah dalam kasus perkosaan terutama akibat rendahnya kualitas penyelidikan polisi," kata pengacara Mahkamah Agung Rebecca John kepada harian itu. "Ya, ada sejumlah kasus di mana prasangka para hakim menyelinap masuk, terutama ketika (korban perkosaan) dan terdakwa saling mengenal, atau jika tidak ada yang cedera. Tetapi secara keseluruhan, tingkat penghukuman dalam semua kasus kriminal akan jauh lebih tinggi jika polisi melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam penyelidikan."

Namun, sebuah analisa kantor berita Reuters menemukan kesalahan pada sistem peradilan pidana India. "Jumlah pengadilan, hakim dan jaksa yang sangat tidak memadai, berpengaruh pada proses peradilan pada tahun-tahun terakhir, intimidasi terhadap korban dan saksi, dan pengguguran banyak kasus sebelum proses pengadilan," tulis laporan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Walau perhatian media dan protes luas kadang-kadang mendorong pihak berwenang untuk mengambil tindakan, terutama dalam kasus pemerkosaan di atas bus tahun 2012 itu, tampaknya banyak kasus gagal untuk akhirnya sampai ke pengadilan.

"(Setiap hari) gadis-gadis yang bepergian di atas bus mendapat penganiayaan. Perempuan terus menderita," kata Hakim Mahkamah Agung GS Singhvi baru-baru ini di pengadilan setelah mendengar angka terkini soal jumlah pemerkosaan yang dilaporkan. "Sejumlah insiden mendapat sorotan saat orang-orang datang protes."



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.