Lewat Tengah Malam, Tokoh Partai Islam Banglades Jalani Hukuman Gantung

Kompas.com - 10/12/2013, 23:06 WIB
Salah seorang tokoh Partai Jamaat-e-Islam Abdul Qader Molla yang akan menjalani hukuman gantung pada Rabu (11/12/2013) lewat tengah malam di salah satu penjara di Banglades. AP PhotoSalah seorang tokoh Partai Jamaat-e-Islam Abdul Qader Molla yang akan menjalani hukuman gantung pada Rabu (11/12/2013) lewat tengah malam di salah satu penjara di Banglades.
EditorErvan Hardoko
DHAKA, KOMPAS.com — Seorang tokoh kelompok militan Islam Banglades yang di pengadilan terbukti terlibat pembunuhan massal dan pemerkosaan dalam perang kemerdekaan Banglades pada 1971 akan menjalani hukuman gantung, Rabu (11/12/2013) lewat tengah malam.

Pemerintah Banglades tetap melaksanakan hukuman mati untuk Abdul Qader Molla (65), pimpinan Partai Jamaat-e-Islami, meski PBB dan aktivis HAM mendesak agar Molla diberi kesempatan untuk naik banding.

"Dia akan digantung pada pukul 00.01 malam ini karena semua proses hukum sudah dilalui," kata Quamrul Islam, Wakil Menteri Hukum Banglades.

"Di hadapan dua hakim tinggi, dia ditanya apakah akan meminta pengampunan dari Presiden, dia menjawab tidak," lanjut Islam.

Kepala penjara tempat Molla ditahan, Uddin Khandaker, mengatakan bahwa semua persiapan pelaksanaan eksekusi sudah dilakukan dan keluarga Molla sudah diberi kesempatan untuk bertemu untuk kali terakhir.

Sebanyak 23 anggota keluarga Molla kini berada di dalam penjara untuk bertemu dengan kepala bidang strategi Jamaat-e-Islami itu.

Sementara itu, aparat keamanan melakukan penjagaan ketat di luar penjara, tempat Molla akan menjadi orang pertama yang dieksekusi atas kejahatan perang pada masa-masa awal kelahiran Banglades.

Molla dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan, pembunuhan, dan pembantaian sebanyak 350 warga sipil Bengali tak bersenjata. Jaksa menjuluki Molla sebagai "Jagal dari Mirpur", sebuah kawasan di pinggiran Dhaka, tempat Molla melakukan aksinya.

Sebenarnya pengadilan kejahatan perang Banglades sudah menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup untuk Molla pada Februari lalu. Namun, keputusan itu memicu unjuk rasa ribuan orang yang menilai vonis itu terlalu ringan.

Berada di bawah tekanan, Pemerintah Banglades mengamandemen undang-undang kejahatan perang yang memungkinkan digelarnya dakwaan ulang yang berujung pada vonis mati pada September lalu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X