Kompas.com - 09/12/2013, 21:41 WIB
Kantor pusat kantor berita RIA Novosti di Moskwa. AP PhotoKantor pusat kantor berita RIA Novosti di Moskwa.
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, Senin (9/12/2013), memutuskan untuk membubarkan kantor berita resmi RIA Novosti dan diganti dengan kantor berita Russia Today.

Lembaga pemberitaan baru ini akan dipimpin Dimitry Kiselev, salah satu pendukung setia Kremlin yang dikenal memiliki pandangan yang sangat konservatif.

Belum jelas alasan penutupan RIA Novosti yang selama bertahun-tahun berupaya menghadirkan pemberitaan yang berimbang dengan memasukkan pandangan pihak oposisi.

Sergey Ivanov -kepala administrasi Kremlin- mengatakan kepada para wartawan di Moskwa bahwa kantor berita itu harus menjalani restrukturisasi agar lebih hemat secara ekonomis, seperti dilaporkan kantor berita Interfax.

"Rusia mengupayakan kebijakan yang independen dan dengan kokoh membela kepentingan nasional. Tidak mudah untuk menjelaskannya ke dunia namun kami bisa dan harus melakukannya," kata Ivanov.

Wartawan BBC di Moskwa, Daniel Sandford, melaporkan para pengecam Putin melihat kebijakan Putin ini sebagai langkah yang jahat.

Selama ini, walau dimiliki pemerintah, RIA Novosti tetap melaporkan pandangan oposisi dan meliput kasus-kasus yang menyulitkan pemerintah di Kremlin.

Dalam berita tentang penutupannya, mereka menyebut penutupan sebagai langkah "terbaru dalam serangkaian perubahan situasi di Rusia yang tampaknya mengatakan pada pengetatan kendali negara atas media yang sebenarnya sudah diatur ketat."



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X