Kompas.com - 09/12/2013, 19:57 WIB
EditorErvan Hardoko
MOGADISHU, KOMPAS.com - Sebuah pengadilan di Somalia, Senin (9/12/2013), menjatuhkan hukuman penjara kepada seorang perempuan yang mengaku menjadi korban pemerkosaan.

Selain itu, pengadilan juga menghukum dua orang wartawan yang mengabarkan kisah perempuan itu karena dianggap mencemarkan nama baik dan menghina institusi pemerintah.

Perempuan 19 tahun, yang juga berprofesi sebagai jurnalis itu, dijatuhi hukuman percobaan enam bulan penjara karena dianggap terbukti menghina dan berbohong.

"Selama menjalani hukuman, dia akan tinggal di rumahnya," kata hakim Hashi Elmi Nur.

Sementara itu, dua jurnalis lain diganjar hukuman penjara masing-masing satu tahun dan enam bulan. Jika ingin bebas lebih cepat maka keduanya harus membayar sejumlah denda.

"Manajer Radio Shabelle, Abdulmanik Yusuf, terbukti bersalah menghina institusi negara sehingga dia harus menjalani hukuman satu tahun penjara," lanjut hakim.

"Sementara jurnalis Mohamed Bashir terbukti bersalah mencemarkan nama baik dan membuat tuduhan palsu terkait pemerkosaan. Dia dijatuhi hukuman enam bulan penjara," tambah hakim.

Keduanya masih memiliki kemungkinan bebas dengan membayar denda. Besarnya denda itu adalah satu dollar AS per hari. Sehingga Yusuf harus membayar 365 dollar AS dan Bashir membayar 180 dollar AS.

Bulan lalu, jurnalis perempuan itu kepada radio independen Shabelle mengatakan telah diserang dan diperkosa di bawah todongan senjata api oleh dua rekan jurnalisnya.

Namun, ironisnya kedua orang yang dituduh menjadi pelaku pemerkosaan justru lolos dari hukum, sementara jurnalis lain yang mendengarkan lalu mengabarkan kisah ini justru dijatuhi hukuman.

Ini adalah kali kedua Somalia memenjarakan seorang perempuan yang bersuara lantang soal pemerkosaan dan jurnalis yang mengabarkan kisahnya.

Pada Februari lalu, seorang jurnalis Somalia dan seorang korban pemerkosaan yang diwawancarainya sama-sama dihukum penjara satu tahun setelah terbukti bersalah "menghina institusi negara".

Keduanya dibebaskan saat baru menghuni penjara selama dua bulan, setelah kabar kasus ini menyebar ke seluruh dunia dan memicu kecaman dunia internasional.

Agustus lalu, seorang perempuan yang mengaku diperkosa anggota pasukan Uni Afrika justru ditangkap dan ditanyai kepolisian Somalia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.