Kompas.com - 09/12/2013, 15:58 WIB
Foto yang diambil dari kantor berita Korea Utara KCNA ini menampilkan saat-saat paman Kim Jong Un, Jang Song Thaek diseret dua petugas dari kursinya di tengah-tengah sebuah rapat penting partai. YONHAP / AFPFoto yang diambil dari kantor berita Korea Utara KCNA ini menampilkan saat-saat paman Kim Jong Un, Jang Song Thaek diseret dua petugas dari kursinya di tengah-tengah sebuah rapat penting partai.
EditorErvan Hardoko
PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Utara, Senin (9/12/2013) menuding paman Kim Jong Un yang beberapa hari lalu dipecat dari jabatannya, Jang Song Thaek telah melakukan korupsi.

Kantor berita Korut KCNA menyebut orang yang pernah dipandang sebagai kekuatan di balik pemerintah Korea Utara itu selain melakukan korupsi, juga senang bermain perempuan, menggunakan narkoba, dan membangun faksi tersendiri di dalam partai pemerintah.

KCNA menambahkan Jang yang pernah dianggap sebagai mentor Kim Jong Un itu, sudah dipecat dari seluruh jabatannya serta dikeluarkan dari keanggotaan partai.

Masih menurut KCNA, keputusan soal Jang Song Thaek itu diambil pada Minggu (8/12/2013), lewat sebuah pertemuan tingkat tinggi Partai Pekerja yang dihadiri Kim Jong Un.

Stasiun televisi pemerintah bahkan menayangkan foto Jang saat diseret dari kursinya oleh dua orang petugas. Penayangan foto ini merupakan hal yang tak pernah terjadi sebelumnya jika menyangkut seorang pejabat senior.

Sejauh ini tidak jelas apakah foto yang ditayangkan televisi itu terjadi pada rapat hari Minggu itu atau dalam kesempatan lain. Namun, televisi pemerintah juga menayangkan foto lain yang menampilkan Kim Jong Un dengan wajah kaku duduk dengan para petinggi Korut lainnya.

Sejumlah analis di Korea Selayan mengatakan peran utama Jang adalah memuluskan proses transisi kekuasaan ke tangan Kim Jong Un yang tak berpengalaman, menyusul kematian ayahnya Kim Jong Il pada Desember 2011.

Namun, kemudian dalam perkembangannya, Kim Jong Un malah berseberangan dengan pamannya itu dan merasa terancam dengan keberadaannya.

"Kim Jong Un sudah membangun sebuah basis kekuasaan yang solid selama dua tahun terakhir. Dia tak lagi membutuhkan seseorang yang memiliki kekuasaan besar dan mengancam," ujar Paik Hak-soon, peneliti lembaga Institut Sejong, Seoul.

Sementara itu, dinas intelijen Korea Selatan mengatakan pekan lalu setelah Jang dicopot dari jabatannya, dua orang rekannya dihukum mati. Pernyataan ini sesuai dengan pemberitaan KCNA yang mengatakan pemerintah Korut sudah menyingkirkan Jang dan membersihkan kelompoknya.

Baca tentang


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X