Kompas.com - 04/12/2013, 16:11 WIB
EditorEgidius Patnistik
DAMASKUS, KOMPAS.COM — Bashar al-Assad akan tetap jadi presiden Suriah dan memimpin setiap transisi yang disepakati dalam pembicaraan damai yang direncanakan di Geneva bulan depan. Demikian tegas seorang menteri pemerintah negara itu, Rabu (4/12/2013).

"Jika ada yang berpikir kami akan ke Geneva 2 untuk menyerahkan kunci Damaskus kepada (oposisi), maka dia sebaiknya tidak usah pergi," kata Menteri Informasi Suriah, Omran al-Zohbi, dalam sambutannya yang dipublikasikan kantor berita resmi, SANA.

"Keputusan ada di tangan Presiden Assad. Dia akan memimpin masa transisi, jika hal itu ada. Dia merupakan pemimpin Suriah ... Dan dia akan tetap menjadi Presiden Suriah."

Zohbi juga mengatakan bahwa Arab Saudi, penyokong kuat para pemberontak, harus dikeluarkan dari konferensi perdamaian itu.

Para pemberontak bertarung melawan rezim Assad, dalam perang yang telah merenggut nyawa 126.000 orang sejak Maret 2011, telah berkeras bahwa Assad harus mengundurkan diri sebagai bagian dari transisi apa pun.

Kedua belah pihak akan bertemu di Geneva pada 22 Januari dalam pembicaraan yang ditengahi utusan PBB-Liga Arab, Lakhdar Brahimi.

Namun, sengketa soal peran Assad dalam masa transisi, dan beragamnya oposisi eksternal dan pemberontak yang bertempur di Suriah, telah menimbulkan keraguan mengenai apakah kedua belah pihak bahkan bisa mencapai kesepakatan, apalagi menerapkannya.

Koalisi Nasional, sebuah kelompok payung oposisi, menuntut pembentukan sebuah "badan pemerintahan transisi" dengan "kekuasaan eksekutif penuh" yang mengecualikan Assad dan orang di lingkaran dalamnya.

Konflik itu dimulai hampir tiga tahun yang lalu, bermula dari protes damai massa pro-demokrasi yang terinspirasi Arab Spring. Namun, gerakan itu meningkat menjadi perang saudara skala penuh setelah rezim Assad melancarkan penumpasan brutal.

Saat ini, ratusan kelompok-kelompok bersenjata, termasuk brigade jihad yang berafiliasi dengan Al Qaeda, bertarung melawan rezim dan satu sama lain. Situasi itu menyulitkan setiap upaya untuk mencapai sebuah penyelesaian politik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.