Kompas.com - 03/12/2013, 14:07 WIB
EditorErvan Hardoko
BERLIN, KOMPAS.com — Afganistan, Korea Utara, dan Somalia dianggap sebagai negara-negera terkorup di dunia. Sementara Denmark dan Selandia Baru adalah negara yang nyaris bersih dari korupsi. Demikian hasil survei yang dirilis Transparansi Internasional, Selasa (3/12/2013).

Sementara itu, secara global setidaknya 70 persen negara di dunia dianggap memiliki "masalah serius" dengan korupsi. Tahun ini tak satu pun dari 170 negara dunia yang mendapatkan nilai sempurna.

"Korupsi sangat merugikan warga miskin," kata peneliti Finn Heinrich.

"Itulah yang Anda lihat di negera-negada terbawah dalam daftar ini. Negara-negara itu tak akan bisa keluar dari kemiskinan jika mereka tidak memberantas korupsi," tambah Heinrich.

Negara-negara yang banyak "tergelincir" dalam Indeks Persepsi Korupsi ini misalnya Suriah, Libya, dan Mali. Ketiga negara ini memiliki kesamaan, yaitu dikoyak perang.

Sementara itu, soal Afganistan, yang tahun depan akan menghadapi pemilu dan penarikan mundur pasukan NATO, dianggap Transparansi sebagai sebuah kisah kegagalan.

"Barat tak hanya berinvestasi dalam hal keamanan, tetapi juga berusaha untuk menegakkan hukum," ujar Heinrich.

"Namun, terdapat sejumlah survei dalam beberapa tahun terakhir yang menunjukkan jumlah orang memberi suap di Afganistan tetap tinggi," sambung dia.

Negara yang juga menempati peringkat terburuk soal suap-menyuap adalah Korea Utara. Para pembelot yang melaporkan kelaparan menambah buruk budaya korupsi negeri itu.

"Sebab, Anda harus kenal seseorang yang korup di dalam partai untuk bisa hidup layak," papar Heinrich.

Transparansi mengatakan, karena korupsi adalah perbuatan ilegal dan tertutup, tidak bisa dinilai begitu saja.

Sehingga, Transparansi menggabungkan pandangan sejumlah pakar masalah korupsi dari sejumlah lembaga seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Afrika, Unit Intelijen Ekonomi, Yayasan Bertelsmann, Rumah Kebebasan dan lain-lain.

Kemudian Transparansi menyusun skala 0-100, di mana angka 0 menunjukkan sektor publik yang paling korup, sedangkan 100 adalah yang dianggap paling bersih.

"Survei terbaru ini menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan. Hanya sedikit negara yang sangat baik, tak satu pun negara mendapat nilai sempurna. Dan, lebih dari dua pertiga negara mendapat nilai kurang dari 50," ujar Transparansi.

Di peringkat terbawah dengan nilai 10-19 adalah Irak, Suriah, Libya, Sudan dan Sudan Selatan, Chad, Guinea Ekuatorial, Guinea-Bissau, Haiti, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Yaman.

Sementara di peringkat atas dengan nilai 80-89 adalah Denmark, Selandia Baru, Luksemburg, Kanada, Australia, Belanda, Swiss, Singapura, Norwegia, Swedia, dan Finlandia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.