Kompas.com - 03/12/2013, 14:07 WIB
EditorErvan Hardoko

Transparansi mengatakan, karena korupsi adalah perbuatan ilegal dan tertutup, tidak bisa dinilai begitu saja.

Sehingga, Transparansi menggabungkan pandangan sejumlah pakar masalah korupsi dari sejumlah lembaga seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Afrika, Unit Intelijen Ekonomi, Yayasan Bertelsmann, Rumah Kebebasan dan lain-lain.

Kemudian Transparansi menyusun skala 0-100, di mana angka 0 menunjukkan sektor publik yang paling korup, sedangkan 100 adalah yang dianggap paling bersih.

"Survei terbaru ini menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan. Hanya sedikit negara yang sangat baik, tak satu pun negara mendapat nilai sempurna. Dan, lebih dari dua pertiga negara mendapat nilai kurang dari 50," ujar Transparansi.

Di peringkat terbawah dengan nilai 10-19 adalah Irak, Suriah, Libya, Sudan dan Sudan Selatan, Chad, Guinea Ekuatorial, Guinea-Bissau, Haiti, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Yaman.

Sementara di peringkat atas dengan nilai 80-89 adalah Denmark, Selandia Baru, Luksemburg, Kanada, Australia, Belanda, Swiss, Singapura, Norwegia, Swedia, dan Finlandia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.