Kompas.com - 02/12/2013, 16:30 WIB
Menlu Iran Mohammad Javad Zarif (kanan), berbincang dengan rekannya Menlu Swiss Didier Burkhalter di sela-sela negosiasi program nuklir Iran yang digelar di Geneva. Dikabarkan Iran dan keenam negara utama dunia sudah mencapai kesepakatan soal masa depan program kontroversial itu. MARTIAL TREZZINI / POOL / AFPMenlu Iran Mohammad Javad Zarif (kanan), berbincang dengan rekannya Menlu Swiss Didier Burkhalter di sela-sela negosiasi program nuklir Iran yang digelar di Geneva. Dikabarkan Iran dan keenam negara utama dunia sudah mencapai kesepakatan soal masa depan program kontroversial itu.
EditorEgidius Patnistik
MUSCAT, KOMPAS.COM — Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, Senin (2/12/2013), mengimbau Arab Saudi untuk bekerja sama dengan pemerintahnya guna mencapai "stabilitas" regional. Zarif mengatakan hal itu kepada kantor berita AFP dalam sebuah kunjungan ke Oman.

"Saya yakin bahwa hubungan kami dengan Arab Saudi harus diperluas karena kami menganggap Arab Saudi merupakan negara yang sangat penting di kawasan dan dunia Islam," kata Zarif. "Kami yakin bahwa Iran dan Arab Saudi harus bekerja sama dalam rangka mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan."

Pernyataan Zarif itu disampaikan dalam sebuah persinggahan di Muscat sebagai bagian dari tur yang dia mulai di Kuwait. Tur itu dimaksudkan untuk memberi jaminan kepada negara-negara Teluk Arab bahwa kesepakatan Teheran dengan Barat terkait program nuklirnya merupakan kepentingan mereka.

Zarif diperkirakan tiba di Qatar Senin malam untuk sebuah kunjungan tak terjadwal. Demikian kata seorang diplomat Iran di Doha kepada AFP. "Dia akan tiba di Doha hari Senin dan akan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Qatar," kata sumber itu.

Zarif hari Senin kembali menyuarakan harapannya untuk "segera" mengunjungi Arab Saudi yang didominasi Sunni, yang merupakan musuh bebuyutan lama Iran di Teluk, dan Uni Emirat Arab. "Saya siap untuk pergi ke Arab Saudi, tetapi itu hanya masalah mengatur waktu sehingga saling nyaman. Saya akan segera berkunjung, Insya Allah."

Negara-negara kuat dunia, sejumlah negara Teluk, dan Israel mencurigai ambisi nuklir Teheran demi memperoleh senjata nuklir. Namun, Iran membantah keras tuduhan itu.

Kesepakatan nuklir yang dicapai di Geneva pada 24 November itu disambut oleh negara-negara Teluk Arab didominasi Sunni, yang sudah lama khawatir dengan ambisi Iran yang didominasi Syiah. Namun, para menteri luar negeri Gulf Cooperation Council (GCC), yang bertemu di Kuwait City pekan lalu, juga berharap kesepakatan sementara itu akan mengarah pada kesepakatan permanen terkait program nuklir Iran itu. GCC terdiri dari negara kaya minyak Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Setelah terpilih Juli lalu, Presiden Iran Hassan Rohani mengatakan, dia berharap untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara tetangga, khususnya negara-negara Teluk.

Zarif mengatakan di Kuwait City bahwa Iran sedang berusaha untuk membuka halaman baru dalam hubungan dengan Teluk.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.