Kompas.com - 02/12/2013, 11:55 WIB
EditorErvan Hardoko

ZAGREB, KOMPAS.com — Warga Kroasia menolak legalisasi pernikahan sesama jenis melalui referendum yang telah digelar di negara itu, Minggu (1/12/2013).

Dua pertiga pemilik suara memilih perubahan yang disetujui konstitusi Kroasia untuk mendefinisikan pernikahan sebagai persatuan antara seorang pria dan perempuan.

Juru bicara pemerintah menegaskan, konstitusi Kroasia harus diubah sesuai dengan hasil referendum tersebut.

Sementara itu, sehari sebelum referendum digelar, ratusan orang pendukung hak-hak kaum gay menggelar protes di Zagreb.

Sebaliknya, petisi mendukung referendum—yang disusun sebuah kelompok Katolik—menerima lebih dari 700.000 tanda tangan.

"Apakah Anda setuju bahwa pernikahan adalah pernikahan antara seorang pria dan seorang perempuan?" demikian pertanyaan yang diajukan dalam referendum.

Sekitar 90 persen dari 4,4 juta warga Kroasia adalah penganut Katolik Roma menyatakan "ya" atas pertanyaan referendum itu.

Presiden terkejut

Pemungutan suara ini juga mendapat dukungan dari 104 dari 151 anggota parlemen Kroasia.

Presiden Ivo Josipovic mengatakan dia kecewa, tetapi tidak terkejut dengan hasil pemungutan suara. "Hasil referendum tidak harus menjadi alasan untuk perpecahan baru," kata Presiden Ivo Josipovic yang mengaku kecewa tetapi tidak terkejut dengan hasil pemungutan suara.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.