Kompas.com - 29/11/2013, 18:34 WIB
EditorErvan Hardoko

BANGKOK, KOMPAS.com — Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, Jumat (29/11/2013), menepis kemungkinan digelarnya pemilihan umum dini.

Kepada BBC dia mengatakan bahwa situasi di Thailand saat ini tidak cukup tenang untuk menggelar pemilihan umum. Hal itu ditegaskannya menanggapi unjuk rasa antipemerintah yang sudah berlangsung selama enam hari untuk menggulingkan pemerintahannya.

Dia juga menegaskan tidak akan memberikan wewenang untuk menggunakan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa yang menduduki beberapa kantor pemerintah.

Pada Jumat, sekitar 1.000 pengunjuk rasa sempat menerobos kompleks markas besar militer di ibu kota Bangkok walau tidak memasuki satu pun gedung di kompleks.

Wartawan BBC, Jonah Fisher, melaporkan dari kompleks militer tersebut bahwa para pengunjuk rasa duduk di lapangan rumput mendengarkan pidato dari para pemimpinnya sebelum meninggalkan kompleks dengan tenang.

Sehari sebelumnya, Yingluck sudah meminta agar unjuk rasa dihentikan setelah pemerintahannya lolos dari mosi tidak percaya.

Namun, seruan itu ditolak oleh pemimpin oposisi, Suthep Thaugsuban, yang menuduh pemerintahan Yingluck dikendalikan abangnya Thaksin Shinawatra yang saat ini berada di pengasingan setelah digulingkan militer pada tahun 2006.

"Kami tidak akan membiarkan mereka bekerja lagi," tegas Thaugsuban, yang mengundurkan diri dari jabatan anggota parlemen.

Hingga saat ini, unjuk rasa masih berjalan dengan damai dan pihak berwenang tampak menghindari konfrontasi dengan pengunjuk rasa. Penentangan terhadap pemerintah berawal dari upaya pemerintah untuk meloloskan RUU Amnesti yang dinilai memungkinkan Thaksin kembali ke Thailand tanpa harus diadili.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.