Kompas.com - 27/11/2013, 18:49 WIB
EditorErvan Hardoko
ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Etiopia sudah memulangkan 50.000 warganya di Arab Saudi menyusul razia imigran ilegal di negeri kaya minyak itu. Demikian Kemenlu Etiopia, Rabu (27/11/2013).

"Awalnya kami hanya mentargetkan 10.000 orang namun jumlahnya ternyata meningkat," kata juru bicara Kemenlu Etiopia, Dina Mufti.

Dina menambahkan, seluruh warga Etiopia yang akan dipulangkan dari Arab Saudi hingga proses ini selesai diperkirakan mencapai sekitar 80.000 orang.

Pemerintah Etiopia mulai melakukan repatriasi warganya yang tinggal secara ilegal di Arab Saudi setelah amnesti selama tujuh bulan untuk melegalkan status mereka berakhir pada 4 November lalu.

Sempat terjadi bentrok antara warga imigran Etiopia dengan aparat keamanan Arab Saudi yang menewaskan tiga warga Etiopia. Dina melanjutkan, pemerintah Etiopia menghabiskan anggaran sebesar 2,6 juta dolar AS untuk program pemulangan warganya yang sebagian besar adalah perempuan itu.

Meski diwarnai masalah imigran ilegal, Dina menegaskan hubungan antara Etiopia dan Arab Saudi masih dalam kondisi baik dan prioritas utama Etiopia adalah membawa pulang warganya.

"Kami fokus pada program repatriasi, kami belum mengevaluasi dan melakukan penilaian soal hubungan diplomatik dengan Arab Saudi," tambah dia.

Ribuan warga Etiopia, terutama perempuan, memasuki negara-negara Timur Tengah setiap tahunnya untuk mencari pekerjaan. Pada 2012, tercatat sedikitnya 200.000 perempuan Etiopia bekerja di luar negeeri. Demikian data Kementerian Tenaga Kerja dan Sosial Etiopia.

Dengan penduduk sebanyak 91 juta jiwa, Etiopia adalah negeri Afrika terpadat setelah Nigeria. Namun, negeri ini termasuk negeri termiskin di Afrika dengan sebagian besar warganya menghasilkan kurang dari 2 dollar AS atau sekitar Rp 20.000 sehari.

Menurut data Organisasi Buruh Internasional (ILO), sebanyak 27 persen perempuan dan 13 persen laki-laki Etiopia, tidak memiliki pekerjaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.