Kompas.com - 27/11/2013, 16:13 WIB
Jasad Moataz Shawrana (19) dikelilingi keluarganya, ketika tiba di rumah sakit untuk keperluan otopsi di Hebron, Tepi Barat. Pemuda ini tewas akibat tembakan militer Israel setelah bentrok di desa Dura, dekat Hebron.
HAZEM BADER / AFPJasad Moataz Shawrana (19) dikelilingi keluarganya, ketika tiba di rumah sakit untuk keperluan otopsi di Hebron, Tepi Barat. Pemuda ini tewas akibat tembakan militer Israel setelah bentrok di desa Dura, dekat Hebron.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Bentrok di Hebron, kawasan Tepi Barat, antara tentara Israel dan kelompok militan Palestina, berbuah kematian. Sumber Palestina mengatakan, insiden pada Selasa kemarin menewaskan tiga anggota militan Palestina, tulis APpada Rabu (27/11/2013). "Awalnya, pihak Israel mengumumkan dua anggota militan Palestina tewas. Kemudian, Israel menambahkan kalau korban tewas menjadi tiga orang," kata pihak Otoritas Palestina. Sementara itu, Juru Bicara Angkatan Darat (AD) Israel Peter Lerner mengatakan kalau kelompok militan menyerang pihaknya terlebih dahulu. "Menurut kami, anggota militan Palestina membawa bahan peledak dan senjata di dalam mobil mereka," kata Lerner.

Hingga berita ini diunggah, tidak ada informasi segera ihwal identitas korban tewas. "Kami menduga, anggota militan Palestina terkait dengan jaringan Al Qaeda," kata Peter Lerner.

Pada bagian lain, seorang anggota unit polisi khusus Israel mengatakan, selain bentrokan di Hebron, Israel juga berhadapan dengan kelompok teroris asal Yaman di Yata, tak jauh dari Gunung Hebron. Pihak Israel mengatakan, kelompok militan bertahan di sebuah rumah dan mulai menyerang terlebih dahulu ke arah pihak kepolisian yang datang akan menangkap mereka.

Di pihak lain, saksi mata dari Palestina mengatakan, pasukan Israel menembaki kawasan Yata. Mereka juga mengepung beberapa rumah warga Palestina. "Pihak Israel juga memblokade Yata. Israel juga melarang ambulans Palestina mencapai daerah para korban," demikian pernyataan pihak Palestina.

Bentrokan kedua belah pihak berlangsung saat perunding Palestina dan Israel tengah menyiapkan putaran negosiasi damai lanjutan. Terhitung sejak Juli, jumlah korban tewas di pihak Palestina yang diakibatkan perang tersebut menjadi delapan orang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X