Kompas.com - 27/11/2013, 05:52 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
WASHINGTON, KOMPAS.com — Sekitar 30 imigran Haiti tewas setelah kapal barang yang mereka tumpangi terbalik dan tenggelam di perairan Bahama, Senin (25/11/2013). Penjaga pantai Amerika Serikat, Selasa (26/11/2013), menyatakan, dari perahu yang diduga kelebihan muatan itu, 110 orang bisa diselamatkan.

"Sekitar 30 imigran Haiti dilaporkan tewas," kata sebuah pernyataan dari pasukan penjaga pantai. Diperkirakan jumlah korban bertambah, setelah muncul foto yang memperlihatkan lambung perahu yang terbalik itu disesaki para imigran.

"Para imigran menempel di lambung perahu berukuran 12 meter ketika tim penyelamat tiba," kata pernyataan itu. Semua penumpang yang ada di lambung kapal terbalik sudah dievakuasi, tetapi tidak dapat dipastikan berapa orang yang terpencar di laut.

"Kami masih terus mencari," kata Juru Bicara Penjaga Pantai, Petty Officer Mark Barney, kepada AFP. Evakuasi para korban, Selasa, sempat terhambat badai yang berkecepatan 48 kilometer per jam.

Kapal bermuatan para imigran tersebut kandas dan terbalik di lepas pantai Staniel Clay di Bahama, Senin malam. Helikopter penjaga pantai pada malam itu langsung mengangkut 13 orang dan telah menurunkan rakit penyelamat. Menyusul, pesawat ringan milik penjaga pantai menjatuhkan makanan dan delapan rakit tambahan.

Tentara Bahama yang mendapat informasi penjaga pantai tentang insiden tersebut juga langsung mengirimkan kapal patroli untuk membantu upaya penyelamatan.
Sementara itu, Direktur Kantor Imigrasi Haiti, Stern Lolo, mengatakan, para imigran diduga berasal dari kawasan barat daya negara itu.

Haiti merupakan negara termiskin di belahan barat bumi setelah dihantam gempa yang menewaskan 250.000 orang pada 2010. Perekonomian negara yang sebelumnya sudah pincang menjadi semakin terpuruk setelah bencana itu.

"Kami sering menerima pengungsi yang diselamatkan dari lautan dan dikembalikan ke kami oleh penjaga pantai Amerika Serikat," aku Lolo pada AFP. Dia pun menyebutkan setiap bulan ada sekitar 100 sampai 150 pengungsi yang diselamatkan dari laut.

Menurut Lolo, Pemerintah Haiti telah mencoba mencegah warganya nekat mengarungi laut melalui beragam sosialisasi. Namun, kata dia, negaranya tak punya sarana untuk melakukan patroli untuk mencegah warganya mengadu nyawa menyeberang laut.

Selain pemulangan dari Amerika Serikat, pengungsi Haiti juga banyak dipulangkan oleh negara tetangga mereka, Dominika. Republik Dominika baru-baru ini memperketat aturan imigrasi untuk warga Haiti, termasuk penerapan langkah kontroversial pengusiran terhadap warga Haiti dan keturunannya, sekalipun orang-orang itu lahir di Dominika.

Lebih dari 170.000 warga Haiti masih tinggal di tenda-tenda darurat dan perumahan, setelah gempa dahsyat meluluhlantakkan tempat tinggal mereka pada Januari 2010. Risiko penyakit dan badai mereka hadapi di balik tenda itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.