Kompas.com - 26/11/2013, 17:04 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Setidaknya hingga menjelang Selasa (26/11/2013) sore di Bangkok, Thailand, kelompok pedemo anti-Pemerintah Thailand mengepung Kantor Kementerian Dalam Negeri. Ada dua organisasi yang memberikan dukungan terhadap aksi ini. Yang pertama, tulis laman Bangkok Post, adalah Kekuatan Demokrasi Rakyat untuk Mengusir Thaksinisme (Pefot). Sementara yang kedua adalah Kong Thap Tham atau Dhamma Army. Pemimpin pengunjuk rasa, Jenderal Preecha Iamsuwan dan Somkiat Pongpaibul, memimpin ribuan orang untuk mengepung pintu-pintu kantor kementerian itu. "Pengepungan sudah mulai terlihat sejak pukul 13.00," kata warta media itu.

Para demonstran mengatakan kalau unjuk rasa akan berlanjut hingga tiga hari ke depan. Target mereka adalah menduduki seluruh kantor kementerian. "Kami akan memutus semua aliran listrik," kata pedemo.

Di depan kantor kementerian itu, pengunjuk rasa juga meneriakkan agar Menteri Dalam Negeri Wibul Sanguanpong dan para pegawai negeri berhenti bekerja. Sementara, kantor kementerian itu masih dijaga oleh sekitar 100 orang pasukan relawan pengamanan. Belum ada informasi soal aksi kekerasan dalam unjuk rasa itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.