Pemrotes Antipemerintah Thailand Incar Empat Kementerian

Kompas.com - 26/11/2013, 14:30 WIB
Lebih dari 100.000 warga Thailand memadati jalanan ibu kota Bangkok menentang pemerintahan PM Yingluck Shinawatra. Akibat unjuk rasa ini pemerintah menerapkan undang-undang keamanan darurat. PORNCHAI KITTIWONGSAKUL / AFPLebih dari 100.000 warga Thailand memadati jalanan ibu kota Bangkok menentang pemerintahan PM Yingluck Shinawatra. Akibat unjuk rasa ini pemerintah menerapkan undang-undang keamanan darurat.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Setelah menduduki kantor Kementerian Keuangan, Biro Anggaran, Kementerian Luar Negeri, dan Departemen Hubungan Masyarakat, para pemrotes antipemerintah Thailand mengincar menduduki empat kantor kementerian lagi. Menurut warta laman Bangkok Post  pada Selasa (26/11/2013), para pemrotes mengincar kantor Kementerian Pertanian dan Koperasi, Kementerian Pariwisata dan Olah Raga, Kementerian Transportasi, dan kantor Kementerian Dalam Negeri. Sampai dengan hari ini pukul 11.20 waktu Bangkok, ribuan pengunjuk rasa sudah mengepung kantor Kementerian Pertanian dan Koperasi serta kantor Kementerian Transportasi. Pendemo meminta para pegawai negeri pada kedua kantor kementerian itu pulang.

Sementara itu, pendiri Partai Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD) Sondhi Limthongkul dalam pesannya di media sosial Facebook mengatakan kelompok "kaus kuning" mendukung unjuk rasa antipemerintah. Pengunjuk rasa penentang pemerintah berada di bawah koordinasi Partai Demokrat. Pendiri partai ini adalah Suthep Thaugsuban.

Gabungan kedua pendukung partai itu akan berhadapan dengan partai Pheu Thai. Partai ini adalah pendukung pemerintahan Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra.


Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X