Hukum Rajam Kembali Masuk Undang-undang Pidana Afganistan

Kompas.com - 25/11/2013, 21:13 WIB
Ilustrasi. DOKIlustrasi.
EditorErvan Hardoko
KABUL, KOMPAS.com — Sejumlah pejabat Pemerintah Afganistan dikabarkan mengusulkan agar hukuman rajam atau melempari tersangka kejahatan dengan batu sampai mati digunakan kembali untuk pelaku perzinahan. Demikian ungkap Human Right Watch (HRW), Senin (25/11/2013).

Hukuman rajam bagi pelaku zina yang sudah menikah dan hukuman cambuk bagi pelaku yang belum menikah muncul dalam revisi rancangan undang-undang pidana yang tengah digodok Kementerian Kehakiman Afganistan.

"Pria dan wanita yang melakukan perzinahan akan dijatuhi hukuman antara lain cambuk atau rajam tergantung situasinya," demikian bunyi Pasal 21 rancangan hukum pidana.

Selanjutnya, pada Pasal 23 bahwa hukuman rajam harus dilakukan secara terbuka di depan publik.

Kabar tentang rencana Pemeirntah Afganistan untuk memperkenalkan kembali hukuman yang dianggap kejam ini sangat mengejutkan. Apalagi, selama ini, Afganistan dikendalikan pemerintah yang mendapat dukungan Barat.

"Sangat mengejutkan bahwa 12 tahun setelah jatuhnya Taliban, pemerintahan Karzai akan kembali memberlakukan rajam sebagai salah satu hukuman," kata Brad Adams, Direktur Asia HRW.

"Presiden Karzai harus menunjukkan setidaknya komitmen dasar terhadap HAM dan menolak proposal hukuman rajam ini," tambah Brad.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih jauh HRW dalam pernyataannya mengatakan hukuman rajam dianggap melanggar standar HAM internasional dan merupakan hukuman yang tak manusiawi.



Sumber Gulf News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X