Kompas.com - 25/11/2013, 10:56 WIB
EditorEgidius Patnistik
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan kesepakatan yang dicapai pada Minggu (24/11) terkait program nuklir Iran akan membuat Israel dan Timur Tengah menjadi kawasan yang lebih aman.

John Kerry mengatakan hal tersebut setelah Iran setuju untuk menghentikan sebagian kegiatan pengayaan uranium selama enam bulan.

Sebagai balasannya sanksi senilai 7 miliar dollar AS terhadap Iran pun dilonggarkan.

Namun Israel menggambarkan kesepakatan itu sebagai "keselahan bersejarah".

Berdasarkan kesepakatan yang telah dicapai Iran telah setuju untuk menghentikan pengayaan uraniumnya di atas lima persen.

Menlu AS John Kerry sebelumnya mengatakan dalam program minguan televisi AS, ABC bahwa AS dan Israel mempunyai tujuan yang sama dan kesepakatan ini merupakan langkah pertama untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

"Pembicaraan ini membawa kita ke dalam negosiasi yang bisa menjamin bahwa ketika kita sedang melakukan negosiasi untuk hal yang lebih sulit, mereka tidak mengembangkan program dan kapasitasnya untuk mengancam Israel," kata Kerry.

"Israel sebenarnya akan mendapatkan ruang bernapas lebih luas ketika Iran menghentikan upayanya membuat senjata nuklir"

Tolak Sanksi Baru

Menlu AS menambahkan dia berharap Kongres akan melihat kesepakatan ini sebagai sebuah keuntungan dan menahan diri untuk tidak meloloskan sanksi baru kepada Iran.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan ini adalah Iran memberikan akses yang luas kepada pengawas nuklir, termasuk akses harian ke sejumlah lokasi pengembangan nuklir seperti di Natanz dan Fordo.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyambut kesepakatan yang ia sebut mencakup "pembatasan yang akan mencegah Iran membangun senjata nuklir."

Sementara Perdana Menteri Inggris,David Cameron mengatakan "kesepakatan ini menunjukan bagaimana diplomasi yang tidak kenal menyerah dan sanksi tegas bisa membantu mewujudkan kepentingan nasional kita."

Namun pernyataan berbeda terkait hasil kesepakatan dengan Iran dilontarkan oleh PM Israel, Benjamin Netanyahu yang mengatakan kesepakatan tentang program nuklir Iran merupakan "kesalahan bersejarah".

"Israel memiliki banyak rekan dan sekutu namun saat mereka salah, merupakan tugas saya untuk berbicara," kata Netanyahu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.