Kompas.com - 25/11/2013, 10:16 WIB
Huda al-Niran (22 tahun), warga Arab Saudi, menentang keluarganya dan nekat menyeberangi perbatasan secara ilegal dengan bersama kekasihnya seorang pemuda Yaman. ReutersHuda al-Niran (22 tahun), warga Arab Saudi, menentang keluarganya dan nekat menyeberangi perbatasan secara ilegal dengan bersama kekasihnya seorang pemuda Yaman.
EditorEgidius Patnistik
Seorang perempuan muda Saudi memohon kepada sebuah pengadilan Yaman untuk membolehkannya tinggal di negara itu dan menikahi pria yang dicintainya.

Dalam kasus yang telah dibandingkan situasi kisah cinta Romeo dan Juliet dalam drama karangan Shakespeare, Huda al-Niran (22 tahun) menentang keluarganya dan menyeberangi perbatasan secara ilegal demi bisa bersama Arafat Mohammed Tahar (25 tahun). Gadis itu telah muncul di pengadilan Yaman dan memohon agar diberikan izin tinggal, sementara para pendukungnya berunjuk rasa di luar gedung pengadilan di Sanaa. Mereka mengenakan bando bertulis "Kami semua Huda."

Nasib dua kekasih itu menyedot perhatian warga Yaman dan Arab Saudi yang sangat konservatif.

Huda telah menantang dua keinginan keluarganya. Keluarganya melarang dia menikahi Tahar serta jangan pernah meninggalkan Saudi untuk Tahar ke Yaman.

Di pengadilan, gadis itu menolak untuk menerima pengacara yang disediakan kedutaan Saudi. Ia takut dirinya akan akan berada di bawah tekanan untuk kembali ke negerinya.

Sebaliknya, Namun mau diwakili oleh pengacara yang ditunjuk organisasi non-pemerintah Yaman yang disebut Hood. Pengacara dari lembaga itu berharap untuk bisa mendapatkan hasil yang menguntungkan. "Ini kasus kemanusiaan, dan tidak harus meningkatkan ketegangan antara kedua negara," kata Abdel al- Qadi Rakib, pengacara dari Hood kepada kantor berita AFP.

Rakib mengindikasikan bahwa Sanaa telah berada di bawah tekanan otoritas Saudi untuk memastikan Huda kembali.

Gadis itu saat ini berada dalam tahanan dan diadili karena memasuk Yaman secara ilegal. Jika terbukti bersalah, ia menghadapi pengusiran.

Hingga hari Minggu (24/11) kemarin tidak ada keputusan yang diumumkan dan pengadilan menetapkan sidang berikutnya pada 1 Desember karena menunggu Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menetapkan status permintaan suaka Huda. Seorang wakil UNHCR mengonfirmasikan kepada AFP bahwa Huda telah memulai proses untuk diberikan status pengungsi di Yaman. Jika dia berhasil, maka akan sulit bagi pihak berwenang Yaman untuk mengusirnya.

Kasus Huda juga menjadi perhatian Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di New York. Pada 19 November, HRW mendesak Yaman untuk tidak memulangkan gadis itu dan mempertimbangkan fakta bahwa mengembalikannya kepada keluarganya bisa menempatkan nyawanya dalam risiko. "Dia takut akan siksaan fisik dari anggota keluarganya jika dia kembali ke Arab Saudi," kata HRW dalam sebuah pernyataan. Gadis itu mengatakan, di masa lalu dia sudah pernah disiksa oleh keluarganya.



Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X