Kompas.com - 22/11/2013, 22:02 WIB
Presiden Afganistan Hamid Karzai sudah menduduki jabatannya selama dua periode sehingga tak bisa mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden tahun depan. MASSOUD HOSSAINI / AFPPresiden Afganistan Hamid Karzai sudah menduduki jabatannya selama dua periode sehingga tak bisa mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden tahun depan.
EditorErvan Hardoko
KABUL, KOMPAS.com - Pemerintah Afganistan, Jumat (22/11/2013), menolak desakan Amerika Serikat agar segera menandatangani pakta kerja sama keamanan antara kedua negara. Afganistan bersikeras perjanjian penting itu akan ditandatangani usai pemilihan presiden yang akan digelar pada April tahun depan.

Penolakan ini membuat berang para pejabat AS yang menilai pakta yang akan mengatur semua persyaratan terkait misi kontra-terorisme dan pelatihan militer pascaperang AS di Afganistan itu, harus ditandatangani paling lambat akhir tahun ini.

Gedung Putih mengatakan dibutuhkan keputusan segera Presiden Hamid Karzai untuk segera merencanakan penempatan pasukan AS di Afganistan pascapenarikan mundur akhir tahun depan.

Gedung Putih juga mengingatkan Afganistan bahwa Presiden Barack Obama juga belum memutuskan untuk tetap menyisakan pasukan AS di Afganistan.

"Jika pakta ini tidak ditandatangani hingga akhir tahun nanti, maka hal itu akan membuat AS dan sekutu kami tidak bisa merencanakan penempatan pasukan pasca-2014," kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest.

Sementara itu, Presiden Afganistan Hamid Karzai mengatakan pakta kerja sama itu kini masih dalam pertimbangan Loya Jirga, sebuah pertemuan para ketua suku seluruh Afganistan.

"Kesepakatan Keamanan Bilateral (BSA) hanya bisa ditandatangani saat pemilu sudah digelar dengan benar dan lancar," kata Karzai.

Pernyataan Karzai itu ditegaskan juru bicara kepresidenan Afganistan, Aimal Faizi. "Keamanan, perdamaian dan pemilu yang baik adalah kunci untuk menandatangani BSA," kata Faizi.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X