Hadapi KEA, Malaysia dan Singapura Unggulkan Industri Gaya Hidup

Kompas.com - 22/11/2013, 18:09 WIB
Secara umum, hal pertama dapat dilakukan menghadapi AEC adalah, apabila kita tidak siap bersaing di luar Indonesia (di negara-negara ASEAN lainnya), maka kita harus fokus di pasar Indonesia itu sendiri. Binus UniversitySecara umum, hal pertama dapat dilakukan menghadapi AEC adalah, apabila kita tidak siap bersaing di luar Indonesia (di negara-negara ASEAN lainnya), maka kita harus fokus di pasar Indonesia itu sendiri.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com -Menghadapi Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA) pada 2015, Malaysia dan Singapura mengunggulkan industri gaya hidup dan swalayan. Konsepnya datang dari Eropa dan Amerika. Pada kenyataannya, di berbagai sudut tempat-tempat publik di kedua negara tetangga Indonesia itu selalu ada mesin yang melayani kebutuhan warga untuk sekadar minum kopi. Konsumen tinggal menyiapkan koin uang.
Sementara itu, KEA pada dua tahun ke depan juga akan berwarna makin banyaknya kota-kota besar dengan ciri khas aktivitas warga yang padat. Berangkat dari situlah, seperti pengalaman mesin penyedia minuman, warga masyarakat pun memerlukan mesin untuk mencuci pakaian. Bisnis penyediaan mesin pencuci pakaian, bahkan di Indonesia, akan tumbuh subur dan makin maju.   

Keyakinan inilah yang mendasari Helmy Chandra memulai usahanya di bidang tersebut. Saat ini, Helmy menjadi CEO mesinlaundry.com. "Dengan mesin ini, aktivitas mencuci yang awalnya kurang menyenangkan berubah menjadi menyenangkan," katanya.

Penggunaan mesin semacam ini sudah barang tentu akan menghemat waktu. Hitungannya bahkan dalam menit. Sementara, cara yang selama ini lazim dilakukan memerlukan waktu hingga 3 hari.

Helmy mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan produsen bermerek IPSO dari Alliance Laundry Systems asal AS dan Belgia. Nantinya, operasionalisasi mesin seperti ini bersamaan dengan realisasi konsep kafe. Sehingga, saat menunggu waktu mencuci pakaian, konsumen bisa melakukan hal-hal lain semisal minum kopi, menonton televisi, mendengarkan musik, dan sebagainya.

Helmy Laundry Menurut CEO mesinlaundry.com Helmy Chandra, sekarang industri pelayanan pencucian pakaian di Indonesia sudah mengarah ke penggunaan mesin berteknologi yang berfungsi secara otomatis dengan memasukkan koin maupun kartu kredit. Pemanfaatan mesin koin seperti ini sudah tersebar luas di negara-negara Eropa, Amerika, dan Asia. Sementara. Thailand dan Filipina bahkan negara tetangga dekat Malaysia dan Singapura juga sudah memanfaatkan mesin tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X