Kompas.com - 21/11/2013, 18:03 WIB
Juru bicara organisasi buruh migran Asia, Eman Villanueva (bertopi) memberikan keterangan kepada media setelah Pengadilan Banding Hongkong menetapkan PRT asing tidak diperkenankan mengajukan izin tinggal tetap di bekas jajahan Inggris itu. ANTONY DICKSON/AFPJuru bicara organisasi buruh migran Asia, Eman Villanueva (bertopi) memberikan keterangan kepada media setelah Pengadilan Banding Hongkong menetapkan PRT asing tidak diperkenankan mengajukan izin tinggal tetap di bekas jajahan Inggris itu.
EditorErvan Hardoko

HONGKONG, KOMPAS.com — Ribuan tenaga kerja Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dieksploitasi demi keuntungan di Hongkong, kata organisasi HAM, Amnesti Internasional.

Amnesti mengatakan, agen perekrutan menahan dokumen mereka dan mengenakan biaya mahal untuk pengiriman ke Hongkong dengan iming-iming gaji tinggi.

Dari sekitar 300.000 orang di Hongkong, sekitar setengahnya berasal dari Indonesia dan hampir semuanya perempuan.

"Mereka dieksploitasi dalam kondisi kerja paksa," demikian laporan Amnesti Internasional.

Laporan Amnesti ini muncul tidak lama setelah pasangan suami istri di Hongkong pada September lalu dipenjara karena menyiksa pembantu rumah tangga asal Indonesia.

Temuan organisasi hak asasi ini dilakukan berdasarkan 97 wawancara dengan pembantu rumah tangga di Indonesia dan juga di Hongkong.

Amnesti dalam laporannya mengutip salah seorang perempuan yang bercerita tentang pengalamannya saat bekerja di negeri bekas jajahan Inggris itu.

"Sang istri secara fisik menganiayaku secara rutin. Ia memotong paksa rambutku dengan alasan rambutku jatuh ke makanan mereka. Ini aneh karena aku tidak memasak untuk mereka," kata perempuan berinisial NS berusia 26 tahun itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pernah sekali ia memerintahkan kedua anjingnya untuk menggigit aku. Ada sepuluh bekas gigitan di badanku ... ia merekamnya di telepon genggamnya, dan ia terus menonton ulang sembari tertawa," tambahnya.

Amnesti mengatakan, banyak pembantu rumah tangga yang mengalami penyiksaan fisik dan seksual tidak mendapatkan makanan cukup, bekerja dalam waktu lama, dan dengan gaji sedikit.

Menanggapi laporan itu, konsulat Indonesia di Hongkong mengatakan bahwa perlindungan warga Indonesia di luar negeri adalah prioritas Pemerintah Indonesia.

"Kami berkomitmen penuh untuk melakukan hal itu dengan segala cara dan sumber daya," tambah konsulat.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja Hongkong mengatakan bahwa mereka berkomitmen "melindungi hak" pembantu rumah tangga asal Indonesia.

"Pelanggaran apa pun dengan bukti yang cukup akan ditindak," kata Departemen Tenaga Kerja Hongkong dalam satu pernyataan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.