Kompas.com - 21/11/2013, 14:54 WIB
EditorEgidius Patnistik
Hubungan perdagangan Australia dan Indonesia berjalan normal meskipun muncul spekulasi sebaliknya. Hal ini terlihat dari aktivitas ekspor sapi dari Pelabuhan Darwin, Northern Territory, Kamis (21/11/2013).

Sebelumnya, kalangan eksportir Australia telah menyatakan kekhawatiran mereka atas dampak dari memburuknya hubungan diplomatik kedua negara.

Namun, pengiriman ternak sapi ke Indonesia dari Pelabuhan Darwin hari ini masih berjalan normal sebagaimana biasanya.

Truk-truk gandeng tampak mengangkut ribuan ekor sapi menuju Kapal Ocean Drover, sebagai bagian dari kesepakatan 200 ribu ekor sapi yang akan diimpor Indonesia dari Australia.

Kapal Ocean Drover berkapasitas 18 ribu ekor sapi akan menuju Jakarta hari ini juga.

Menurut David O'Hare, dari perusahaan eksportir Austrex, kebanyakan sapi yang dikirim ini berjenis Brahman berukuran di bawah 350 kg. Ia mengatakan, ada juga sebagian kecil sapi yang dikapalkan dengan ukuran lebih berat.

Kebijakan Indonesia melonggarkan ketentuan impor sapi dengan ukuran berat tertentu, telah menyegarkan kembali industri peternakan di Australia. Selain itu, Indonesia juga menambah kuota impornya, termasuk untuk sapi-sapi berukuran lebih dari 350 kg.

Bagi eksportir seperti Austrex, bisnis berjalan sebagaimana biasa. "Tugas kami hanyalah menaikkan sapi-sapi ini ke kapal. Hubungan kami dengan Indonesia lebih tua dari dua atau tiga tahun. Kami telah berhubungan lebih dari 20-an tahun," kata O'Hare.

Selain sapi, daging beku dan gandum juga merupakan komoditas ekspor utama Australia ke Indonesia.

Perusahaan gandum CBH dan eksportir daging beku Sanger Australia menjelaskan kepada ABC bahwa pengiriman komoditas mereka ke Indonesia berjalan normal.

Menurut ekonom Tim Harcourt, dari University of New South Wales, tampaknya perdagangan bahan-bahan makanan antara kedua negara tidak akan terganggu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.