Kompas.com - 20/11/2013, 22:31 WIB
EditorErvan Hardoko

CANBERRA, KOMPAS.com — Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, Rabu (20/11/2013),  menyampaikan rasa sesal yang mendalam dan tulus atas rasa malu yang diderita Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena isu penyadapan dan berjanji akan merespons sesegera mungkin surat dari Presiden SBY.

Tidak berselang lama setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pernyataannya terkait isu penyadapan yang dilakukan Australia di Jakarta, Perdana Menteri Australia Tony Abbott menggunakan waktunya di Parlemen Australia untuk menyampaikan rasa penyesalannya atas isu penyadapan ini.

Abbott juga menyatakan dirinya akan segara membalas surat yang akan dikirimkan Presiden SBY yang menuntut penjelasan resmi dari Pemerintah Australia mengenai isu penyadapan terhadap SBY dan sejumlah petinggi Pemerintah Indonesia.

Respons segera ini menurut Abbott diperlukan karena isu ini telah memicu kebingungan yang mendalam terhadap kepentingan kedua negara. "Presiden Yudhoyono mengindikasikan dalam waktu dekat akan menyurati saya," katanya.

"Saya hendak menekankan kepada Parlemen kalau saya akan merespons surat Presiden Yudhoyono itu secepat mungkin, sepenuh hati dan dengan sangat sopan."

"Seperti yang selalu saya tekankan, saya sangat berkomitmen membangun sedekat mungkin hubungan  dengan Indonesia karena kondisi ini membingungkan bagi kepentingan kedua negara."

Pemimpin oposisi, Bill Shorten mendukung sikap Abbott dengan mengatakan, "Ini merupakan momentum yang harus disikapi bersama sebagai sebuah tim Australia."

Dalam pernyataan persnya di Jakarta Rabu (20/11/2013), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan nada marah mengatakan Indonesia menunda segala bentuk kerja sama dalam hal penanganan pencari suaka, termasuk kerja sama patroli laut.

Yudhoyono mengatakan dirinya akan mengirim surat kepada Tony Abbott dan meminta penjelasan resmi mengapa intelijen Australia memonitor telepon dirinya dan sejumlah anggota kabinetnya, termasuk istrinya, Ani Yudhoyono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.