Kompas.com - 20/11/2013, 12:20 WIB
EditorEgidius Patnistik
LONDON, KOMPAS.COM — Seorang pria Perancis, yang secara klinis obesitas terdampar di Amerika Serikat (AS) karena dia dianggap terlalu berat untuk naik pesawat terbang, akhirnya naik pesawat ke Inggris, Selasa (19/11/2013). Namun, perjalanannya pulang ke rumah masih terkendala karena Eurostar, kereta yang sedianya membawa dia ke Perancis, menolak untuk mengangkutnya. Alasannya sama, dia terlalu gemuk!

Kevin Chenais (22 tahun), yang memiliki berat badan 230 kilogram, tiba di Bandara Heathrow, London, bersama orangtuanya setelah maskapai penerbangan Virgin Atlantic setuju untuk menerbangkannya dari New York.

Dia berada di AS sejak Mei 2012 untuk menjalani perawatan karena ketidakseimbangan hormon, dan telah diatur untuk kembali ke rumahnya dengan British Airways bulan lalu. Namun, maskapai itu menolak untuk menerima dia sebagai penumpang dengan alasan dia terlalu berat.

Keluarganya kemudian mencoba untuk memulangkan dia lewat laut, melintasi Atlantik, dengan kapal Queen Mary 2. Namun, pemilik kapal pesiar juga menolak untuk mengangkut dia.

Setelah tiba di Heathrow, Chenais tampak kelelahan menjelaskan penderitaan dalam perjalanan pulangnya itu sebagai "mengerikan, mengerikan, mengerikan". "Penerbangan itu benar-benar sulit," katanya kepada kantor berita AFP saat ia duduk di skuter di bandara. "Saya tidak berhenti menangis selama penerbangan."

Chenais, yang mengenakan t-shirt bertulisan Stars and Stripes, memuji Virgin karena telah menerbangkannya dari bandara JFK New York dan memberi dia dan keluarganya tarif penerbangan kelas ekonomi.

"Mereka sangat baik," katanya. "Namun saya sangat tidak nyaman. Saya punya banyak masalah dengan kulit di paha saya dan kursi yang kecil."

Di Bandara Heathrow, Chenais dan orangtuanya ditemui staf konsulat Perancis yang mengatur agar mereka bisa naik Eurostar ke Paris pada Selasa. Namun, Eurostar kemudian mengatakan bahwa Chenais ditolak terkait peraturan soal prosedur evakuasi.

"Berat badannya akan membuat kami kita tidak akan mampu mengurus orang ini atau mengeluarkan dia ketika harus mengevakuasinya," kata juru bicara Eurostar kepada AFP.

Dia mengatakan, Eurostar tidak punya batasan tertentu terkait berat badan penumpang, tetapi setiap kereta punya dua tempat untuk orang-orang cacat atau yang punya mobilitas terbatas dan staf kereta harus mampu mengeluarkan orang-orang itu dalam keadaan darurat.

Halaman:
Sumber
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.