Kompas.com - 18/11/2013, 23:18 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com — Pemerintah Irak, Senin (18/11/2013), mengumumkan eksekusi mati 12 orang terpidana "teroris". Keputusan ini mengabaikan kecaman seluruh dunia terhadap kebijakan hukuman mati di tengah meningkatnya kekerasan di Irak.

Eksekusi terbaru ini dilakukan pada Minggu (17/11/2013), yang membuat jumlah hukuman mati di Irak sepanjang tahun ini menjadi 144 orang. Pada 2012, jumlah terpidana teroris yang dieksekusi mati "hanya" 129 orang.

"Kemarin (Minggu), kami mengeksekusi mati 12 terpidana terorisme. Semuanya warga Irak," kata seorang pejabat senior Kementerian Kehakiman yang tak ingin disebutkan namanya.

Namun, pejabat itu tidak memberikan rincian terkait para terpidana mati dan kejahatan yang terbukti telah mereka lakukan.

Hukuman mati di Irak biasanya dilakukan di tiang gantungan, terus meningkat sepanjang tahun ini meski dunia internasional mendesak Baghdad untuk melakukan moratorium hukuman mati.

Ketua Badan HAM PBB Navi Pillay mengatakan, tahun ini sistem hukum Irak tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Pillay menggarisbawahi sejumlah tuduhan yang hanya didasarkan pada pengakuan yang biasanya diperoleh melalui penyiksaan, ditambah dengan sistem pengadilan yang lemah dan prosedur sidang yang jauh di bawah standar internasional.

"Pelaksanaan hukuman mati dalam kondisi ini sangat banyak dan ini tak bisa diterima," ujar Pillay.

Namun, Menteri Kehakiman Irak Hassan al-Shammarin bersikukuh semua eksekusi mati dilakukan setelah semua proses hukum yang panjang dan melelahkan dilalui.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X