Kompas.com - 18/11/2013, 22:51 WIB
Ilustrasi penjara. The GuardianIlustrasi penjara.
EditorErvan Hardoko
STOCKHOLM, KOMPAS.com — Sebagian besar dari kita di Indonesia pasti pernah mendengar, membaca, atau menonton berita soal penghuni lembaga pemasyarakatan alias penjara yang melebihi kapasitas.

Akibatnya, kondisi para narapidana yang menjalani masa hukumannya sangat buruk. Nah, hal seperti ini tidak terjadi di Swedia. Bahkan negeri Skandinavia itu harus menutup empat penjara karena minimnya penghuni.

"Kami menghadapi kondisi semakin menurunnya jumlah narapidana," kata Nils Oberg, kepala badan lembaga pemasyarakatan dan rehabilitasi Swedia.

"Kini kami memiliki kesempatan untuk menutup sebagian dari infrastruktur yang tidak kami butuhkan saat ini," tambah Oberg.

Jumlah penjara di Swedia, yang terus menurun dengan kecepatan 1 persen setiap tahun sejak 2004, mengalami penurunan hingga 6 persen pada 2011-2012.

"Penurunan yang sama tampaknya juga akan terjadi pada tahun depan," tambah Oberg.

Sebagai akibatnya, Pemerintah Swedia tahun ini saja sudah menutup penjara di kota Aby, Haja, Batshagen, dan Kristiansand. Dua di antara penjara-penjara itu kemungkinan akan dijual, dan dua lainnya akan digunakan untuk keperluan pemerintah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oberg mengatakan, hingga saat ini belum ada penjelasan sahih soal mengapa jumlah penjara di Swedia terus menurun. Oberg berharap pendekatan sistem penjara liberal dengan fokus pada rehabilitasi narapidana memainkan peran di sini.

"Kami berharap upaya kami berinvestasi dalam proses rehabilitasi dan mencegah terulangnya kejahatan memiliki efek. Namun, kami tak yakin kondisi itu yang mengakibatkan penurunan hingga enam persen," ujar Oberg.

Salah satu hal yang mungkin bisa menjawab terus menurunnya jumlah penghuni penjara di Swedia adalah semakin ringannya hukuman untuk kejahatan narkoba di Swedia, menyusul putusan Mahkamah Agung pada 2011.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X