Kompas.com - 18/11/2013, 19:22 WIB
EditorErvan Hardoko
VALETTA, KOMPAS.com — Anda ingin menjadi warga Uni Eropa? Jika demikian, maka siapkan uang sebesar 865.000 dollar AS atau sekitar Rp 9,8 miliar dan terbanglah ke Malta.

Mengapa Malta? Pemerintahnya berencana menjual status kewarganegaraan untuk mengurangi defisit anggaran negeri kecil tersebut.

Skema itu dibuat dengan target para orang kaya di Rusia dan China. Para orang kaya itu bisa mendapatkan status warga negara Uni Eropa secara "instan" dari Malta yang bergabung dengan Uni Eropa sejak 2004.

Sementara itu, PM Malta Joseph Muscat memprediksi langkah ini akan menghasilkan uang sedikitnya 30 miliar euro ke kas negara dan membantu negeri itu mengurangi defisit anggaran.

Langkah ini merupakan usul PM Muscat menyusul perselisihan dengan Uni Eropa terkait jumlah imigran ilegal yang memasuki Malta menggunakan perahu yang dioperasikan para penyelundup manusia.

Muscat mengatakan, 17.000 imigran gelap yang datang selama satu dekade terakhir membuat kesulitan secara ekonomi bagi negeri berpenduduk 400.000 orang itu.

Dalam aturan baru itu, siapa pun yang berusia minimal 18 tahun berhak menjadi warga negara Malta. Pemerintah tidak mengharuskan warga barunya tinggal atau berinvestasi di negeri pulau itu. Namun, mereka yang memiliki latar belakang kriminal tidak bisa menjadi warga Malta.

Mereka yang berminat membeli status kewarganegaraan Malta diharuskan membeli paspor Malta untuk keluarganya seharga 25.000 euro.

Pemerintah Malta menegaskan, tidak akan mengumumkan nama-nama pembeli status kewarganegaraan negeri itu.

Rencana unik yang disetujui parlemen Malta pekan lalu itu akan berlaku efektif dalam beberapa pekan ke depan. Namun, oposisi Malta, Partani Nasional, bertekad untuk membatalkan undang-undang baru itu dan mencabut semua orang yang membeli kewarganegaraan Malta, jika partai ini berkuasa.

Pemimpin oposisi Malta, Simon Busuttil, menyebut persetujuan parlemen terhadap usul pemerintah itu sebagai "lembar hitam dalam demokrasi".

Sementara itu, di markas Uni Eropa, Brussels, juru bicara organisasi itu, Michele Coronga, mengatakan bahwa Uni Eropa sudah mengetahui rencana Malta dan menegaskan, semua anggota Uni Eropa memiliki kedaulatan menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan status warga negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Gulf News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.