Produktivitas Tenaga Kerja Jadi Tantangan Pasar Bebas ASEAN

Kompas.com - 18/11/2013, 15:51 WIB
Buruh melewati halte transjakarta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (1/5/2013). Transjakarta jurusan Kota-Blok M berhenti beroperasi dikarenakan ratusan ribu buruh dari Jabodetabek turun ke jalan dan berunjuk rasa di Jakarta pada peringatan Hari Buruh Sedunia. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESBuruh melewati halte transjakarta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (1/5/2013). Transjakarta jurusan Kota-Blok M berhenti beroperasi dikarenakan ratusan ribu buruh dari Jabodetabek turun ke jalan dan berunjuk rasa di Jakarta pada peringatan Hari Buruh Sedunia.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Pasar Bebas ASEAN yang bakal terwujud pada 2015 menantang tenaga kerja untuk makin mengedepankan produktivitas. Catatan terkumpul dari laman Bangkok Postpada Minggu (17/11/2013), menunjukkan, sampai dengan akhir 2012, Thailand rata-rata per bulan mengeluarkan upah per orang di angka 283.54 dollar AS. Sementara, Indonesia rata-rata membayar 161,3 dollar AS. Produktivitas menurut pandangan Direktur Utama PT Tempo Scan Pacifik Tbk Handojo S Muljadi mestinya sepadan dengan tuntuan kenaikan upah buruh sebagaimana yang terjadi baru-baru ini di Indonesia. "Jika tidak sepadan, hal itu, akan mengikis pendapatan perusahaan," katanya.

Maka dari itulah, demi menjaga persaingan baik dengan perusahaan dalam maupun luar negeri, harapan besar ada di pundak pemerintah. "Harapannya, pemerintah dapat mengeluarkan peraturan jelas soal upah minimum untuk mendukung kompetisi industri," tuturnya.

Kemudian, agar produsen lokal mampu bersaing terus, pemerintah pun mesti melakukan pembenahan kebijakan pendukung industri farmasi dalam negeri. Salah satunya adalah penyederhanaan aturan bagi industri farmasi dan prosedur registrasi produk yang efisien. "Terutama, minimnya ketersediaan bahan baku di dalam negeri karena hampir semuanya masih impor,"ujarnya.

Nutrisi

Shutterstock Ilustrasi sumber zat gizi
Sementara itu, dalam catatan Handojo, pihaknya berencana menggarap pasar nutrisi di dalam negeri. Pasar itu termasuk makanan bergizi dasar susu untuk orang dewasa dan anak-anak. Rencana itu seiring dengan belanja modal perseroan tahun ini sebesar 60 juta dollar AS. "Dana sebesar itu untuk menambah kapasitas pabrik," tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya bakal tetap fokus pada sembilan merek inti seperti bodrex, hemaviton, neo rheumacyl, oskadon, bodrexin, vidoran, zevit, contrexyn, dan neo hormoviton. Lalu, obat resep tetap dikelola unit pemasaran khusus Tempo Rx Farma.

Di Indonesia, ujar Handojo, ada sekitar 208 perusahaan farmasi. Data Indonesia Total Market Analysis (ITMA) pada kuartal II-2013 menyebutkan, ada empat perusahaan farmasi terbesar di Indonesia berdasarkan dosis unit, yaitu Tempo Scan, Kalbe Farma, Kimia Farma, dan GlaxoSmithKline (GSK) produsen farmasi asal Inggris. “Berdasarkan data tersebut pasar farmasi di Indonesia masih didominasi oleh perusahaan lokal dengan penguasaan pasar sebesar 70 persen sedangkan PMA hanya 30 persen,” demikian Handojo S Muljadi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X