Kondisi Pekerja Konstruksi Piala Dunia Qatar Buruk

Kompas.com - 18/11/2013, 14:50 WIB
Amnesty International mencatat tingkat kematian para pekerja BBCAmnesty International mencatat tingkat kematian para pekerja "tinggi."
EditorEgidius Patnistik
Amnesty International (AI) dalam sebuah laporan mengatakan bahwa sektor konstruksi di Qatar memberikan perlakuan yang sangat buruk terhadap para pekerja. Laporan ini diterbitkan seiring dengan dimulainya pekerjaan pembangunan stadion untuk penyelenggaraan Piala Dunia 2022.

Laporan ini menegaskan laporan sebelumnya yang mengatakan adanya perlakuan buruk terhadap para pekerja.

AI mengatakan, para pekerja migran sering tidak dibayar upahnya, kondisi kerja yang berbahaya, dan akomodasi yang kumuh. Kelompok pegiat hak asasi manusia ini mengatakan, seorang manajer telah menyebut para pekerja sebagai "binatang".

Pejabat Qatar belum mengomentari laporan terbaru ini.


AI melakukan wawancara dengan 210 pekerja, pengusaha, dan pihak pemerintah untuk menerbitkan laporan dengan judul "Sisi Gelap Migrasi: Sorotan Sektor Konstruksi Qatar Menjelang Piala Dunia".

Laporan ini mencakup kesaksian dari para pekerja asal Nepal yang mengatakan perusahaan "memperlakukan mereka seperti sapi", bekerja hingga 12 jam sehari, tujuh hari seminggu, termasuk selama bulan-bulan musim panas di Qatar.

Angka kematian tinggi

AI juga mengatakan beberapa pelanggaran termasuk "kerja paksa". Beberapa buruh migran terancam denda penalti, deportasi, atau kehilangan pendapatan jika mereka tidak muncul untuk bekerja meskipun mereka tidak dibayar, kata AI.

Lebih dari 1.000 orang dirawat di unit trauma di rumah sakit utama di Doha pada 2012 setelah jatuh dari ketinggian di tempat kerja, kata AI, mengutip perwakilan rumah sakit yang tidak disebutkan namanya.

Sekitar 10 persen dari mereka menjadi cacat dan tingkat kematian pun "tinggi", kata AI.

"Hal ini tidak dapat dimaafkan di salah satu negara terkaya di dunia bahwa begitu banyak buruh migran yang dieksploitasi dengan kejam, kehilangan gaji, dan berjuang untuk bertahan hidup," kata Salil Shetty, Sekretaris Jenderal Amnesty International.

"Temuan kami menunjukkan tingkat eksploitasi yang mengkhawatirkan."

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X