China Mungkin Ubah Kebijakan Satu Anak

Kompas.com - 15/11/2013, 10:39 WIB
Mural di tembok yang mendukung Kebijakan Satu Anak di China, 17 Oktober 1996. ReutersMural di tembok yang mendukung Kebijakan Satu Anak di China, 17 Oktober 1996.
EditorEgidius Patnistik
Pemerintah China kemungkinan akan mengubah kebijakan kependudukan yang dikenal sebagai kebijakan satu anak, setelah diterimanya usulan perubahan itu dalam sidang pleno ketiga Partai Komunis yang berkuasa, pekan ini. Perubahan itu kemungkinan mulai berlaku sebelum akhir tahun 2013.

Menurut sumber di kalangan partai, perubahan ini akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

Kebijakan satu anak diperkenalkan tahun 1979 sebagai upaya untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk yang mulai meningkat sejak era 1950-an dan 1960-an.

Kebijakan satu keluarga hanya boleh memiliki satu anak ini dinilai telah mendukung pertumbuhan ekonomi China tanpa harus menghabiskan sumber daya alam yang ada.

Menurut pakar kependudukan, Profesor Wang Feng dari Fudan University, kebijakan ini sudah memasuki masa-masa akhir. "Ketika dirancang, kebijakan ini memang direncanakan akan berakhir hanya dalam satu generasi, antara 25 hingga 30 tahun," jelasnya. "Kemungkinan perubahan atas kebijakan ini memang sudah sesuai dengan yang diharapkan."

Saat ini, kebijakan itu memperbolehkan pasangan suami istri, yang sama-sama merupakan anak tunggal, untuk memiliki dua anak.

Profesor Wang menduga pemerintah akan memberikan kelonggaran bagi pasangan yang salah satunya merupakan anak tunggal untuk memiliki anak lebih dari satu.

Meskipun kebijakan ini akan diubah, Profesor Wang mengatakan tidak melihat kemungkinan terjadinya ledakan jumlah kelahiran. Menurut dia, kebijakan ini bukan penyebab menurunnya tingkat kelahiran di China belakangan ini.

Menurut Pemerintah China, kebijakan ini telah mencegah lahirnya 400 juta orang dalam 30 tahun terakhir.

Namun, Profesor Wang menilai, kebijakan itu hanya mencegah 100 juta kelahiran dan menambahkan sisanya disebabkan oleh keengganan untuk memiliki anak.

Tingkat kelahiran rata-rata di China saat ini berkisar 0,5 persen per tahun.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan penurunan jumlah penduduk China pada tahun 2030 hingga 2050 mendatang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X